Survei LSI Denny JA: 158 Wilayah Dapat Bekerja Mulai 5 Juni, Termasuk DKI

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 18:00 WIB
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama (kanan, dok. istimewa)

Selain itu, Ikrama mengingatkan pemerintah agar melibatkan tingkat RT-RW, hingga komunitas adat di daerah masing-masing guna membantu mencegah penyebaran virus Corona. Dia juga mengatakan perekonomian harus tetap berjalan meskipun Indonesia sedang dilanda pandemi COVID-19.

"Ekonomi juga harus tumbuh. Kita ingin the new normal dijalankan agar menghindari kita dari the new disaster. Apa bencana itu? Bencananya adalah rapuhnya ekonomi karena rantai pasokan terganggu, kemudian produksi tidak berjalan, sehingga berkurangnya penghasilan dan tentunya sektor usaha-usaha itu penting untuk sekali lagi ditumbuhkan," tutur Ikrama.

Lebih lanjut Ikrama juga mengimbau agar masyarakat dapat menyambut kehidupan new normal dengan penuh tanggung jawab. Dia menyarankan agar setiap individu tetap menjaga dan mematuhi protokol kesehatan yang ada.

"Namun harus ada mindset yang dikatakan tadi bahwa new normal bukan kehidupan normal sehingga kita bereuforia tapi kita harus menyiapkan. Kita bisa bekerja itu diberikan hak tapi kita harus mengetahui kewajiban kita. Kewajiban kita adalah kita harus memastikan kita tidak menulari atau tertular oleh saudara kita yang lain, maka dibutuhkan panduan. Di sini ada banyak sekali panduan dari WHO, anjuran rekomendasi dari pemerintah tentang normal baru di tempat kerja," papar Ikrama.

Sementara itu, LSI juga turut memberikan rekomendasi ke pemerintah agar nantinya dapat maksimal dalam mengawasi pelaksanaan new normal di masa pandemi Corona. Menurut Ikrama, pemerintah perlu untuk membuat dan memperbaharui data sebaran wilayah terkait COVID-19 secara rutin.

"Jadi rekomendasi kami untuk buat mapping wilayah di setiap daerah, yaitu zona hijau, kuning, dan zona merah yang selalu di-update agar pengawasan grass root berjalan dengan baik," tuturnya.

Halaman

(elz/elz)