Cerita Manusia Silver di Kota Tua, Bertahan Meski Minim Pendapatan

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 17:07 WIB
Yusuf Subagio, mansia silver di kawasan Kota Tua.
Foto: Yusuf Subagio, mansia silver di kawasan Kota Tua. (Sachril-detikcom)
Jakarta -

Kawasan Kota Tua Jakarta ditutup sejak pandemi virus Corona (COVID-19). Seorang manusia silver bertahan meski mendapat sedikit penghasilan.

"Karena jujur juga, handphone tergadai kan nggak bisa nebus, BPKB motor juga, ya sudah kalau diceritakan malu," kata manusia silver, Yusuf Subagio (52), di Kali Besar Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (30/5/2020).

Sebelum ada COVID-19, dia menjadi Gatot Kaca Melayang di kawasan Kota Tua. Setelah Kota Tua ditutup, Yusuf sempat berhenti menjadi seniman jalanan.

Agar bisa memenuhi hidup, Yusuf kembali keluar dan menjadi manusia silver. Baru 5 hari dia menjadi manusia silver.

Dia mengaku bisa mendapat uang Rp 200 ribu per harinya di hari normal. Namun selama menjadi manusia silver, Yusuf mengaku sulit mendapat penghasilan karena objek wisata Kota Tua ditutup.

Yusuf menjadi manusia silver di Kali Besar Kota Tua karena terkadang ada orang yang lewat. Bila ada yang lewat, Yusuf langsung menawarkan diri untuk foto bersama.

"Ntar kalau ada pengunjung, saya todong. 'Mau foto? Boleh seikhlasnya', itu nodong halus. Nanti pukul 17.00 WIB, sudah ditutup (Kali Besar oleh) Satpol PP, nggak ada kendaraan masuk," ucap dia.

"Dibuka (lagi Kali Besar) pukul 23.30 WIB, paling cepat pukul 23.00 WIB, nanti ada pengunjung. Itupun nggak banyak. Ya paling kalau dari jam 23.00 WIB sampai ke 03.00 WIB pagi, itu paling datang (pengunjung hanya) 20 orang. Paling anak-anak motor, ya itu-itu aja (yang datang saat dini hari)," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2