KLHK Konsolidasi Pencegahan Dini Karhutla Jelang Kemarau

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 17:01 WIB
karhutla
Foto: KLHK
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta semua pihak terutama yang bergerak di tingkat tapak atau di lapangan untuk selalu siaga dengan terus mengoptimalkan pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau mendatang.

Melalui pertemuan secara virtual, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Ruandha Agung Sugardiman secara khusus meminta Manggala Agni pada masa pandemi ini agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan cegah COVID-19, serta tetap waspada dan sigap memantau hotspot yang terdeteksi di wilayah kerjanya.

"Manggala Agni harus selalu siap siaga dan bagi anggota yang beraktivitas di lapangan harus tetap patuh pada Protokol Kesehatan Cegah COVID-19," terang Ruandha dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang pada rapat koordinasi ini juga memerintahkan Manggala Agni agar tidak lengah untuk terus memantau hotspot dengan pengecekan ke lapangan dan melakukan update kondisi kebakaran yang terjadi.

"Informasi kondisi di lapangan yang diberikan oleh Manggala Agni sangat penting, jika informasi karhutla dari lapangan ini segera kita dapatkan, maka langkah strategis bisa dilaksanakan bersama para pihak lainnya seperti TNI, Polri, BPBD, Pemerintah Daerah, dan perusahaan, mitra kerja lainnya," ungkapnya.

Selain itu sebagai bentuk upaya preventif, dijelaskan Basar jika KLHK akan menggandeng para pemuka agama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga para pemuka agama tersebut dapat mengajak masyarakat melalui khutbah-khutbahnya agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Kemudian dari pertemuan ini juga disampaikan beberapa laporan kondisi lapangan terkini terkait kesiapan menghadapi karhutla. Candra Irfansyah, Kepala Daops Manggala Agni Ogan Komering Ilir salah satu yang ikut pada pertemuan tersebut, memberikan laporan jika kondisi terkini di Ogan Komering Ilir, Sumsel, relatif kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kondisi karhutla di Ogan Komering Ilir tahun ini mengalami penurunan, kondisi lahan gambut juga masih basah, selain itu kami juga terus melaksanakan koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, dan Pemerintah Daerah untuk mengatasi karhutla secara bersama-sama," jelas dia.

Disebutkan juga olehnya jika Manggala Agni di Ogan Komering Ilir akan melanjutkan patroli terpadu bersama para pihak lain di wilayah rawan karhutla. Patroli ini yang akan dimulai lagi pada bulan Juli, namun hingga saat ini Manggala Agni OKI masih terus melakukan patroli mandiri.

Sebagai informasi, kondisi terkini pemantauan hotspot oleh KLHK adalah Berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80% perbandingan total jumlah hotspot tahun 2019 dan 2020 (tanggal 1 Januari - 29 Mei 2020) sebanyak 811 titik, pada periode yang sama tahun 2019 jumlah hotspot sebanyak 1.356 titik (terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 545 titik / 40,19%)

Adapun, Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Sekretaris Ditjen PPI, Direktur Pengendalian Karhutla, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) se-Indonesia dan Kepala Daops Manggala Agni se-Indonesia.

Dalam rapat koordinasi secara virtual ini, turut hadir Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) se-Indonesia, ataupun yg mewakili, meliputi P3E Sumatera, P3E Jawa, P3E Kalimantan, P3E Sulawesi dan Maluku, P3E Bali dan Nusa Tenggara, serta P3E Papua.

Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) se-Indonesia, Daops Manggala Agni se-Indonesia dan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) se-Indonesia, juga diharapkan semakin kuat bersinergi agar aksi pencegahan dan penanggulangan karhutla semakin baik

(prf/ega)