Jejak Ruslan Buton Dipecat Tak Hormat dari TNI karena Kasus Pembunuhan Petani

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 15:18 WIB
Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi
Ruslan Buton saat dijemput polisi (Foto: dok. Istimewa)

Kembali ke Ruslan yang bebas pada akhir 2019 usai menjalani hukumannya. Ia bersama sejumlah eks personel TNI mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Serdadu Eks Trimatra Nusantara pada awal Januari 2020 di Jakarta.

Ruslan pun kerap mengomentari kebijakan pemerintah Jokowi. Ia lalu menyampaikan surat terbuka yang disampaikan lewat video mendesak Jokowi mundur dari posisinya sebagai presiden.

Hingga akhirnya Ruslan ditangkap di kediamannya di Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, pada Kamis (28/5) pagi waktu setempat. Ruslan ditangkap oleh tim yang dipimpin oleh Dirkrimum Polda Sultra Kombes Aris Alfatar dan Tim Densus 88 Mabes Polri. Dua orang pamen POM Mabes TNI AD Letkol Rus'an dan Letkol Denny juga mendampingi penangkapan Ruslan ini.

Kepada polisi, Ruslan mengakui rekaman surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi merupakan suaranya. Ruslan juga mengaku mendistribusikan rekaman itu ke media sosial.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Tribrata TV, Jumat (29/5).

Ruslan dijerat pasal berlapis. Selain pasal tentang keonaran, dia dijerat UU ITE. Ia kini sudah berada di Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwajib.

"Tersangka RB dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP. Dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun," ucap Ahmad.

Halaman

(elz/bar)