Jejak Ruslan Buton Dipecat Tak Hormat dari TNI karena Kasus Pembunuhan Petani

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 15:18 WIB
Pecatan TNI Ruslan Buton Ditangkap Polisi
Ruslan Buton saat dijemput polisi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ruslan Buton, yang ditangkap karena mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur, merupakan pecatan TNI AD. Ia dipecat secara tidak hormat dari TNI lantaran terlibat dalam kasus pembunuhan seorang petani di Ternate, Maluku Utara, La Gode.

"Ruslan Buton dipecat dari TNI karena kasus pembunuhan La Gode pada medio Oktober 2017," ungkap Kadispenad TNI AD Kolonel Inf Nefra Firdaus kepada detikcom, Sabtu (30/5/2020).

Kasus yang menjerat Ruslan terkait penganiayaan hingga menyebabkan kematian seorang petani bernama La Gode di Taliabu, Ternate, Maluku Utara, pada 2017. La Gode ditangkap dan dibawa ke kantor Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Opspamrahwan) Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau (BKO) karena mencuri singkong parut milik warga.

Tewasnya La Gode berawal saat dirinya ketahuan mencuri singkong warga, kemudian ditangkap polisi. La Gode lalu diserahkan ke Pos Satgas Opspamrahwan di Pulau Talibu karena polisi setempat tidak memiliki ruang tahanan. La Gode kemudian tewas setelah menjadi korban penganiayaan.

Saat itu Ruslan menjadi komandan kompi sekaligus komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau. Nefra menyebut belasan oknum personel TNI yang bertugas di Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau juga didakwa melakukan penganiayaan itu.

"Ruslan terlibat dalam kasus pembunuhan La Gode," sebutnya.

Menurut Nefra, Oditur Militer Ambon mendakwa Ruslan dan anak buahnya melanggar Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP primer Pasal 170 ayat (1) tentang menggunakan tenaga secara bersama-sama untuk melakukan kekerasan terhadap seseorang dan (3) juncto Pasal 156 atau Pasal 170 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 56 KUHP. Ruslan pun dipecat dari TNI usai vonis dibacakan pada 2018 lalu.

Kadispenad Nefra FirdausKadispenad Kolonel Nefra Firdaus. (Dok Dispen TNI AD).

"Ruslan dihukum 1 tahun 10 bulan penjara dan pemecatan dari anggota TNI AD. Dia sudah dipecat secara tidak hormat oleh satuan Angkatan Darat. Mantan perwira pertama di Yonif RK 732/Banau terakhir berpangkat kapten infanteri," jelas Nefra.

Kasus kematian La Gode sempat menjadi perhatian pada Desember 2017. Istri La Gode, YN, melaporkan kematian suaminya yang janggal kepada pihak kepolisian. La Gode diketahui meninggal pada 24 Oktober 2017. Polisi dan Denpom XVI/1 Ternate turun menangani kasus ini.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama LBH Maromoi, Maluku Utara, melakukan pendampingan terhadap YN. Bahkan KontraS juga meminta Lembaga Bantuan Saksi dan Korban (LPSK) mendampingi YN karena La Gode diduga tewas tidak wajar akibat disiksa oleh oknum TNI.

Tonton juga 'Penangkapan Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur':

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2