Ruslan Buton Resmi Ditahan di Bareskrim Polri Selama 20 Hari

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 15:18 WIB
Ruslan Buton Resmi Ditahan di Bareskrim Polri Selama 20 Hari
Ruslan Buton (kanan) saat hendak dibawa ke Bareskrim Polri. (Foto: dok. Istimewa)

"Tanggal 28 Mei 2020 telah rapid test dengan hasil nonreaktif berdasarkan kit rapid test," katanya.

Selanjutnya, penyidik mengeluarkan surat perintah penahanan bernomor: SP.Han/40/V/2020/Dittipidsiber tanggal 29 Mei 2020 yang ditandatangani Direktur Tipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Tonin mengungkapkan saat itu kliennya menolak menandatangani surat perintah penahanan.

"(Ruslan menolak menandatangani surat penahanan dan menjawab) 'tidak, karena yang saya perbuat tidak sebagaimana dimaksud pasal pidana tersebut'," Tonin menirukan kliennya.

Karena menolak penahanan itu, penyidik pun membuat berita acara penolakan tanda tangan berita acara penahanan.

Sebelumnya, Rulsan ditangkap di kediamannya di Desa Wabula I, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Ruslan ditangkap oleh tim yang dipimpin oleh Dirkrimum Polda Sultra Kombes Aris Alfatar dan Tim Densus 88 Mabes Polri.

Sebelumnya, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Ruslan ditangkap terkait beredarnya rekaman suara Ruslan yang mendesak Jokowi mundur.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah milik tersangka yang dibuat pada 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka," kata Ahmad dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Tribrata TV, Jumat (29/5/2020).

Ahmad mengatakan Ruslan juga mengaku mendistribusikan rekaman itu ke media sosial. Saat ini polisi masih mendalami peran lain Ruslan.

"Dan mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam grup WA Serdadu Eks Trimatra. Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri setelah RB tiba di Jakarta," ujarnya.

Halaman

(mei/bar)