Polri Apresiasi Kampung Tangguh di Malang, Layak Ditiru Atasi Corona

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 12:35 WIB
Polri
Foto: Dok. Polri
Jakarta -

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabarhakam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan konsep kampung tangguh Dusun Temu, Desa Sitirejo di Malang layak diadopsi. Sebab kampung tangguh yang melibatkan peran serta masyarakat memiliki kontribusi besar dalam penguatan ketahanan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Konsep yang menjunjung rasa gotong royong dan menumbuhkan kepedulian ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia. Tak terkecuali Jawa Timur yang merupakan wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan COVID-19.

"Jawa Timur ini merupakan zona merah dan kita melihat langkah Kapolda (Jatim) bersama Kapolres membangun kampung tangguh, ternyata (dampaknya) sangat luar biasa," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Hal itu diucapkannya saat usai mengunjungi Kampung Tangguh Dusun Temu, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jumat (29/5). Kunjungan ini untuk menjalankan perintah perintah Kapolri dalam memantau kondisi di daerah selama pandemi COVID-19 untuk mewujudkan stabilitas kamtibmas.

Kata Agus, melihat dampak positif kampung tangguh, diharapkan desa lain dapat melakukan hal serupa dengan memenuhi kriteria tangguh kesehatan, SDM, logistik pangan, informasi, keamanan, psikologi, dan budaya.

"Kalau ini dikembangkan sangat efektif, kalau setiap desa memiliki tujuh ketangguhan tadi, insyaallah menjadi kekuatan yang luar biasa di Jawa Timur yang merupakan penopang ekonomi wilayah timur," paparnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Agus memberikan bantuan pada relawan kampung tangguh Desa Sitirejo agar terus berinovasi. Agus jug melihat kelengkapan yang dimiliki kampung ini mulai dari ketersediaan APD untuk evakuasi pasien COVID-19, kesiapan petugas pemulasaran jenazah, lumbung pangan dan ruang isolasi yang telah disiapkan desa setempat.

Agus menjelaskan keberadaan kampung tangguh ini diyakini dapat menangkal penyebaran virus Corona dan virus lainnya. Sehingga secara pelahan masyarakat dapat kembali melakukan aktivitas dan beradaptasi dengan pola hidup baru, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Penanganan COVID-19 ini menurutnya harus melibatkan semua pihak, oleh karena itu ia mengapresiasi sinergi yang dilakukan pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh komponen masyarakat.

"Ini secara sadar mengembangkan daya tahan masyarakat dan membangun kesiapan masyarakat melawan segala hal, mulai menjaga keamanan dan juga ketahanan pangan," paparnya.

Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyampaikan kampung tangguh selain menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih sehat juga dapat menjaga stabilitas kamtibmas.

"Adanya kampung tangguh ini telah mengaktifkan Poskamling yang dibina Polri dan TNI," katanya seraya mengatakan konsep ini akan dikembangkan di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Konsep yang diinisiasi masyarakat Desa Sitirejo kerja sama dengan Universitas Brawijaya ini diharapkan mampu membentuk kesiap-siagaan masyarakat.

"Kami telah melakukan upaya untuk penanganan COVID-19," kata koordinator relawan kampung tangguh Desa Sitirejo Andrianto.

Ia mengatakan yang sudah dilakukan antara lain menyalurkan bantuan pada masyarakat, membantu proses pendataan hingga pengawasan bantuan pemerintah, penyemprotan disinfektan, penyediaan lumbung pangan, pendirian check poin di pintu masuk desa, dan pelatihan penanganan COVID-19.

(prf/ega)