Kontribusi Penuh Agen46 BNI di Tengah Pandemi COVID-19

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 10:51 WIB
BNI
Foto: Dok. BNI
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah menerbitkan program penyaluran sembilan bahan pokok (sembako) sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga yang terdampak. Sejatinya, bukan kali ini saja pemerintah menerbitkan program serupa.

Sebelumnya pemerintah juga telah menyalurkan program seperti Program Beras Sejahtera (rastra) yang merupakan pembaruan dari program beras miskin atau raskin. Selain itu ada pula Program Keluarga Harapan (PKH), program pupuk bersubsidi, dan program jaring pengaman sosial yang disalurkan melalui agen LAKUPANDAI milik Bank BUMN.

Sebagai salah satu perpanjangan tangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), toko kelontong milik Khusnul Khotimah di Desa Maesan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, turut membantu penyaluran sembako bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Toko kelontong tersebut merupakan satu dari jaringan Agen46 (Agen LAKUPANDAI BNI) yang tersebar di seluruh Indonesia. Penyaluran bantuan sembako tersebut tetap mematuhi protokol COVID-19.

Khusnul Khotimah mengatakan dirinya resmi menjadi Agen46 sejak September 2017 lalu. BNI membekali tokonya dengan mesin EDC, papan Agen46, brosur, serta memberikan pendampingan usaha. Tidak hanya itu, Agen46 menjadi sumber penghasilan tambahan baginya melalui fee di setiap transaksi yang dilayaninya.

"Setiap bulannya saya melayani sekitar 300 hingga 400 transaksi perbankan BNI. Di luar itu, saya merasa senang bisa membantu program pemerintah seperti Bansos, PKH, BPNT, atau bantuan sembako keluarga sejahtera yang terdampak Covid -19. Dengan menjadi Agen46 ini, saya dapat meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan berkontribusi secara sosial di tengah-tengah masyarakat," ujar Khusnul Khotimah dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Khusnul Khotimah bahkan tidak menyangka bahwa kerja samanya dengan BNI berbuah manis. Dengan kemajuan usahanya yang nyata, dia sempat mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 200 juta yang kini sudah lunas. Walau demikian, kini kerja sama tersebut masih berlanjut dengan dipercaya pula oleh BNI sebagai agen KUR.

Di Jakarta, pertengahan Mei lalu, Direktur Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati mengatakan bahwa BNI optimis dalam menghadapi The New Normal pasca Pandemi Virus Corona, salah satunya BNI telah menjalankan program referral KUR melalui Agen46. Di mana calon debitur tidak perlu datang ke outlet BNI, memenuhi physical distancing yang dianjurkan pemerintah.

"Tentunya dengan membantu penyaluran KUR BNI, Agen46 yang telah melakukan referral akan memperoleh fee," tutupnya.

(prf/ads)