Kapolda Papua soal Serangan KKB: Kami Akan Ungkap, Ini Permainan Oknum

Wilpret Siagian - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 20:32 WIB
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura -

Belakangan ini kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sering menyerang aparat keamanan dan masyarakat. Polisi telah mendeteksi adanya pihak-pihak yang menunggangi KKB.

"Ketika kita lakukan penindakan terhadap para pelaku, mereka (KKB) dengan alasan ingin merdeka, siapa yang suruh mereka berjuang. Perjuangan apa yang dilakukan. Jadi jangan terjebaklah hal-hal seperti itu. Kasihan masyarakat," kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Papua, Jumat (29/5/2020).

Paulus, yang ditunjuk sebagai Kepala Pengendali Operasi dan Penindakan KKB di Papua, lebih jauh mengatakan pihaknya telah mengetahui dalang penyerangan. Hal itu terungkap setelah memeriksa salah satu tersangka yang merupakan pemasok logistik bagi KKB di Timika, IS.


"Kami tahu ini kerja dari para pihak. Siapa itu para pihak, kami sudah tahu. Saya sudah perintahkan Direskrim untuk mengungkap secara terbuka siapa itu para pihak yang terlibat dalam kejadian di Papua," tegasnya.

Kapolda mengatakan suatu saat pihaknya akan mengungkap secara terang-terangan oknum siapa yang menunggangi KKB hingga terjadinya aksi-aksi kekerasan di Bumi Cenderawasih.

"Jadi nanti akan kami ungkap secara lengkap dan benar. Jadi semua hanya permainan dari oknum-oknum saja, saya sudah tahu. Sudah ada gambaran-gambaran yang jelas, ada oknum yang terbuka maupun oknum tertutup. Saya tidak perlu jelaskan sekarang," tegasnya.


Irjen Paulus Awasi Terus Pergerakan Kelompok KKB

Irjen Paulus mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus memantau pergerakan kelompok KKB di Papua. Pemantauan, kata Paulus, dilakukan di setiap sudut kota ataupun di wilayah Tembagapura.

"Bersyukur kita telah bisa mengawasi kelompok KKB yang ada di Mimika, baik yang ada di kota maupun yang ada di wilayah Tembagapura," ujar Irjen Paulus.

Dia menceritakan mengawasi kelompok KKB itu memang tidak mudah, apalagi mereka lebih menguasai lapangan. Meski begitu, Paulus tetap bisa memantau pergerakan mereka demi mengamankan warga Papua.

"Memang tidak mudah karena Papua luas, dan penguasaan medan mereka lebih tahu. Namun demikian beberapa aktivitas mereka (KKB) tetap dimonitor. Tidak usah tanya bagaimana caranya kami memonitor, itulah keahlian petugas yang diterjunkan," tegasnya.

Dia lantas menyinggung beberapa contoh kasus yang terjadi di Papua karena ulah KKB. Dia mengaku geram dengan tindakan kelompok KKB itu.

"Kedua, petugas kesehatan ini sudah jelas-jelas melaksanakan tugas kemanusiaan, malah mereka mendapat tindakan yang tidak manusiawi. Ini sangat biadab," katanya.

"Hal ini yang saya minta kepada pemuka agama dan tokoh masyarakat agar melihat kejadian seperti itu," tambahnya.

(aud/aud)