Kasus Positif Sudah Melandai, Begini Cara Pemprov Aceh Tangani Corona

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 17:57 WIB
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Agus Setyadi-detikcom)
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Agus Setyadi/detikcom)
Jakarta -

Kasus positif COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami kenaikan, pemerintah daerah di wilayah masing-masing terus berjuang untuk menangani wabah ini agar kurva sebaran virus Corona menurun. Meski demikian, ada kabar menggembirakan dari Provinsi Aceh.

Kasus positif di Kota Serambi Mekah mengalami tren penurunan. Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, berdasarkan data per 27 Mei 2020, dari 19 pasien positif, telah dinyatakan sembuh berjumlah 17 orang dan 1 orang meninggal dunia. Saat ini hanya ada 1 orang pasien positif COVID-19 di Aceh.

"Kondisi per 27 Mei 2020, terdapat 19 orang terkonfirmasi positif Corona di Aceh. Alhamdulillah sudah 17 di antaranya mengalami kesembuhan dan 1 orang masih dalam perawatan, 1 orang meninggal dunia," ujar Nova dalam video yang disiarkan di Channel YouTube BNPB, Jumat (27/5/2020).

Nova melanjutkan, di Aceh saat ini ada 100 orang pasien dalam pengawasan (PDP). Dari 100 orang itu, 99 di antaranya telah sehat dan diizinkan pulang, sementara satu orang meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Nova menjelaskan bagaimana cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menangani penyebaran COVID-19 sehingga kurvanya dapat melandai. Menurutnya, Pemprov Aceh bersama pemerintah kota/kabupaten melakukan intervensi di kehidupan masyarakatnya. Salah satunya dengan memberlakukan jam malam selama lima hari.

"Bahkan kami sempat memberlakukan jam malam selama 5 malam sebelum daerah lainnya menerapkan wacana PSBB. Awalnya masyarakat Aceh memang kurang yakin adanya COVID-19 di Aceh. Namun, sesudah ada satu warga positif COVID-19, masyarakat Aceh lebih antisipatif, lebih waspada, dan warga Aceh lebih over-reaktif," ucapnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2