'Jalan-jalan' BURT DPR di Mesir Diatur Biro Travel
Rabu, 21 Des 2005 14:45 WIB
Jakarta - Sudah lazim jika berwisata ke suatu daerah yang asing, kita memanfaatkan jasa biro perjalanan. Anggota BURT DPR yang saat ini 'studi banding' ke Mesir pun demikian."Jadwal mereka diatur (biro) travel," ungkap pengurus Persatuan Pelajar Mahasisiwa Indonesia (PPMI) Mesir dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Rabu (21/12/2005).PPMI sebelumnya mengkritik pedas kunjungan para wakil rakyat yang menghabiskan ongkos Rp 600 juta lebih itu.PPMI menjelaskan, sepengetahuannya kunjungan BURT DPR ke parlemen Mesir hanya berlangsung sehari. Dan itu pun di tengah kesibukan parlemen Mesir mengadakan sidang paripurna, yang dihadiri oleh Presiden Mesir Husni Mubarak."Delegasi DPR berkunjung ke parlemen Mesir hari Minggu, sedangkan sidang paripurnanya hari Senin. Bisa dibayangkan dan dinilai sendiri bagaimana proses dan hasil studi banding itu sendiri. Paling tidak melihat gedungnya, bertemu dengan Ketua DPR Mesir, Fathi Surur, di tengah kesibukannya menyiapkan sidang paripurna pertama Parlemen Mesir setelah pemilu," papar PPMI."Selebihnya jadwal mereka diatur travel dan tentu saja bukan kunjungan atau studi banding ke institusi resmi Mesir. Lha wong jadwalnya diatur travel," imbuhnya.Dijelaskan, rombongan dari Senayan itu tiba di Mesir Sabtu (17/12/2005) sore, disambut di kediaman KUAI KBRI Mesir pada malam harinya. Acara hari Minggu adalah bertandang ke parlemen Mesir, sedangkan hari Senin bertolak ke Dubai. Sekadar diketahui, Dubai adalah surga belanja seperti Singapura di Asia Tenggara."Selanjutnya kita nilai sendiri, seberapa banyak studi bandingnya dibandingkan kunjungan wisata," kecam PPMI.Sebagai informasi, kunjungan BURT DPR ke parlemen Mesir tidak mendapat sambutan hangat. Selama 75 menit bertamu, Ketua DPR Mesir tak henti-hentinya menerima telepon dan menjawab salam tamu lainnya. Selama 75 menit, Ketua DPR Mesir menerima telepon sebanyak 8 kali, masing-masing selama 15 menit. Kalangan DPR di Senayan bereaksi beragam atas sambutan Ketua DPR Mesir itu.Misalnya ada yang menilai apa yang dilakukan Ketua DPR Mesir itu merupakan penghinaan. Sedangkan Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno menyebutnya sebagai "kutukan Fir'aun".Rabu siang ini dijadwalkan delegasi BURT DPR mendarat di Tanah Air.
(nrl/)











































