Polisi Masih Dalami Tersangka di Balik Bendera Merah Putih Palu Arit di Unhas

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 12:44 WIB
Bendera merah putih berlogo palu arit diamankan di kampus Unhas (dok. Istimewa)
Bendera merah putih berlogo palu arit diamankan di kampus Unhas. (dok. Istimewa)
Makassar -

Penyidik dari Polrestabes Makassar hingga saat ini masih mendalami tersangka di balik bendera merah-putih berlogo palu-arit di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Penetapan tersangka ditargetkan pekan depan.

"Itu (kasus bendera merah-putih logo palu-arit) masih lidik (penyelidikan), ada beberapa yang dipanggil," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono saat dihubungi wartawan, Jumat (29/5/2020).

Yudhiawan mengatakan dia telah meminta penyidiknya bekerja lebih keras dalam mengejar pelaku untuk ditetapkan sebagai tersangka atas insiden yang diduga menodai simbol negara tersebut.

"Pokoknya saya perintahkan sidik sampai tuntas. Cari siapa paling bertanggung jawab di situ, kita tetapkan tersangka. Pokoknya dalam minggu ini sudah harus ada yang ditetapkan tersangka. Saya gitu aja petunjuk," tegas Yudhiawan.

Yudhiawan tidak menyebut siapa saja pihak yang diperiksa oleh penyidik. Dia menyebut sejumlah pihak kampus yang ada hubungan dengan bangunan kosong di area salah satu fakultas patut dimintai keterangan.

"Pokoknya kenapa ada bendera di situ, siapa yang menempati rumah itu, gedung itu, siapa yang bertanggung jawab, masa nggak tahu, sejak kapan ada di situ, kapan kamu terakhir, itu pertanyaan," ujar Yudhiawan.

"Kalau misalkan saya sudah tahu sejak lama, oh kenapa nggak diturunin, bisa jadi tersangka juga nanti," imbuhnya.

Sebelumnya, bendera merah-putih berlogo palu-arit ditemukan pihak keamanan di area Unhas pada April 2020. Setelah penemuan itu, pihak kampus meminta bendera tersebut dari pihak pengamanan untuk diserahkan ke pihak berwajib.

Sebelumnya diberitakan, pihak Unhas hingga saat ini masih menunggu penyelidikan polisi soal temuan bendera merah-putih berlogo palu-arit di dalam lingkungan kampus. Hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan kepolisian.

"Kami menunggu selama sejak masuk laporan dan beredar di media massa kami tidak pernah dapat perkembangan. Tapi bisa dikonfirmasi dengan pihak berwajib, penyelidikan sudah dilanjutkan," kata Wakil Rektor Unhas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Arsunan Arsin di Makassar, Rabu (27/5).

(nvl/nvl)