Pemkot Bogor Bicara soal Aktivasi Sekolah di New Normal, Begini Konsepnya

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 12:14 WIB
empty classroom view
Foto ilustrasi sekolah (iStock)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mengaktivasi kegiatan belajar-mengajar di sekolah jika ada arahan dari pemerintah pusat. Segala hal dikonsepkan agar peserta didik bisa kembali belajar di sekolah.

"Kelihatannya yang akan kita aktivasi mungkin untuk tahap awal itu hanya SMP dan SMA. Itu pun hanya kelas 2 dan kelas 3, tidak keseluruhannya. Mungkin SD pun tidak keseluruhannya, mungkin hanya kelas 4, 5, 6. Tetapi ini kan semua baru dalam tataran konsep," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, ketika dihubungi, Jumat (29/5/2020).

Dia menjelaskan siswa SD kelas 1, 2, dan 3 dimungkinkan akan belajar di rumah dengan metode daring saat 'new normal'. Orang tua pun diminta aktif mengajari anaknya. Hal ini, katanya, dilakukan agar siswa tidak menjadi carrier.

"Kalau anak (SD) kelas 1, 2, 3, kemungkinan orang tua akan terlibat lebih banyak ya. Nah artinya ada 2 PR kita. Kalau orang tua terlibat lebih banyak, misalnya orang tua menunggu di sekolah atau mengantar ke sekolah, kan artinya ada kerumunan juga," ujarnya.

"Itu pertimbangannya. Jadi konsepnya pemikirannya, kita untuk (siswa SD kelas) 1, 2, 3 ini lebih banyak melibatkan partisipasi dari orang tua tetapi dari rumah, termasuk tutorialnya dari daring. Jadi ada keterlibatan orang tua di rumah," jelas dia.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2