Soal Toleransi dalam Islam, Ini Pengertian dan Contohnya dalam Al Quran

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 10:58 WIB
nuzulul quran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Vector Artist and Photographer f/Soal Toleransi dalam Islam, Ini Pengertian dan Contohnya dalam Al Quran
Jakarta -

Islam mengajarkan setiap umatnya untuk hidup dengan penuh toleransi. Dikutip dari buku 'Al-Qur'an Kitab Toleransi' karya Zuhairi Misrawi, berikut pengertian Islam dan toleransi:

1. Pengertian


Toleransi dalam Islam atau bahasa Arab disebut al-tasamuh. Hanya saja, kalimat itu tidak ditemukan secara eksplisit dalam Al Quran. Kalimat itu bisa ditemui dalam hadist inni ursiltu bi al-hanifiyyat al-samhat. Rasulullah SAW bersabda, beliau diutus tuhan untuk menebarkan toleransi.

Walaupun kalimat al-tasamud tidak ditemukan dalam Al-Quran, menurut buku karya Zuhairi Misrawi ini kitab suci Al Quran menulis semua toleransi dalam sikap saling menghargai, menerima, serta menghormati keragaman budaya dan perbedaan berekspresi.

"Maka Al-Quran merupakan kitab suci yang secara nyata memberikan perhatian terhadap toleransi. Hal tersebut dapat ditemukan dalam ratusan ayat yang secara gamblang mendorong toleransi serta menolak intoleransi," bunyi buku itu.

2. Contoh

Contoh toleransi dalam Islam juga tertulis dalam Quran surat Al Mumtahanan ayat 8-9. Dalam surat tersebut, Alla SWT berfirman agar setiap Muslim berperilaku baik kepada umat beragama lain selama tidak ada sangkut pautnya dalam agama. Hal ini juga menjelaskan bagaimana batasan toleransi dalam Islam.

Arab: لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Latin: lā yan-hākumullāhu 'anillażīna lam yuqātilụkum fid-dīni wa lam yukhrijụkum min diyārikum an tabarrụhum wa tuqsiṭū ilaihim, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn. Innamā yan-hākumullāhu 'anillażīna qātalụkum fid-dīni wa akhrajụkum min diyārikum wa ẓāharụ 'alā ikhrājikum an tawallauhum, wa may yatawallahum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

Artinya: Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Selain itu, dalam Quran surat Luqman ayat 15, Allah SWT berfirman mengenai tetap berperilaku baik kepada keluarga atau saudara non Islam, walaupun mereka sempat mengajak untuk mempersekutukan Allah SWT.

Arab: وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Latin: wa in jāhadāka 'alā an tusyrika bī mā laisa laka bihī 'ilmun fa lā tuṭi'humā wa ṣāḥib-humā fid-dun-yā ma'rụfaw wattabi' sabīla man anāba ilayy, ṡumma ilayya marji'ukum fa unabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn

Artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Semoga kita semua memahami toleransi dalam Islam ya!

(pay/erd)