Round-Up

KKB Papua Sebar Info Sesat Duduki Pos-Rebut Senjata Aparat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 09:19 WIB
Ilustrasi Papua yang digunakan Jokowi saat sampaikan duka cita untuk korban banjir Sentani. (Dok Twitter @jokowi)
Foto: Ilustrasi Papua. (Dok Twitter @jokowi)

Kemal menyebut informasi tersebut hanya propaganda. "Semua penyataan itu tidak benar itu hanya propaganda atau hoax," tegas Kamal.

Kamal juga mengatakan KKB pimpinan Egianus Kogoya itu terus melakukan provokatif dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga. Hal itu dinilai menjadi pemicu sejumlah kejadian akhir-akhir ini.

Salah satunya penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Kampung Ndeotadi, Polres Paniai, pada Jumat (15/5).

Tiba-tiba sejumlah orang tak dikenal masuk ke Pospol dan menganiaya Briptu Cristian yang sedang berada di dalam Pospol. Para pelaku membawa kabur 3 pucuk senjata api yang ada di Pospol 99 tersebut.

"Briptu Cristian Paliling langsung dianiaya hingga mengalami luka-luka, kemudian para pelaku mengambil senjata lalu kabur," kata Kamal, Sabtu (16/5/2020).

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal. Foto: Dok. Istimewa

Kemudian penembakan terhadap warga non-karyawan PT Freeport di Mile 61 Area Freeport Kabupaten Mimika pada Kamis (21/5), dan kejadian penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya sehari setelahnya. Dalam peristiwa terakhir, satu petugas medis penanganan COVID-19 gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Distrik Wandai serta satu tenaga medis selamat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.

"Kami akan terus mengejar para pelaku, untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok tersebut," tutur Kamal.

Halaman

(isa/aik)