Round-Up

Bandelnya Bule di Bali Berulah Bikin Private Party di Kala Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 23:04 WIB
Satpol PP membubarkan private party yang digelar oleh warga asing di Bali. (Foto:Istimewa)
Satpol PP membubarkan private party yang digelar oleh warga asing di Bali. (Foto: dok. Istimewa)
Badung -

Belasan bule menggelar private party di sebuah vila di kawasan Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Bali. Para warga asing itu ditindak Satpol PP hingga terancam dicabut izin tinggalnya jika tetap membandel.

"Hari Selasa (26/5) lalu pukul 10.30 Wita karena ada warga yang melaporkan ke klian (kepala lingkungan) banjarnya, terus klian banjarnya melaporkan ke kita. Terus kita cari di sana Selasa yang lalu," kata Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Kerta Suryanegara saat dihubungi detikcom, Kamis (28/5/2020).

Suryanegara menuturkan sekitar 15 orang terlibat dalam acara itu. Pihaknya langsung membubarkan private party yang berlangsung hingga larut malam itu di tengah pandemi Corona (COVID-19) ini.

Satpol PP membubarkan private party yang digelar oleh warga asing di Bali. (Foto:Istimewa)Satpol PP membubarkan private party yang digelar oleh warga asing di Bali. (Foto: dok. Istimewa)

"Gini, sebenarnya party mereka kumpul-kumpul dengan teman-temannya kurang-lebih 15 orang. Sekitar 14-15 orang, cuma sampai larut malam sampai jam 10.30, makanya kita bubarin," jelasnya.

Dia menjelaskan pemilik vila tempat para bule berpesta juga telah dimintai keterangan dan diminta membuat surat pernyataan. Suryanegara kemudian mengatakan pihaknya tak bisa menindak lebih lanjut dari sisi hukum para warga asing itu karena larangan berkumpul di Bali sifatnya imbauan.

"Gini, permasalahannya hanya berdasarkan instruksi dan imbauan. Jadinya tugas kita hanya membubarkan saja, termasuk juga membuat panggilan kepada pemilik vila. Dan besoknya memang pemilik vila sudah datang ke kantor membawa perizinan dan dia bilang sudah membawa surat pernyataan bahwa mereka juga istilahnya juga dipanggil oleh Satgas Desa dan membuat pernyataan hari itu juga," ucap Suryanegara.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2