MUI Laporkan Hoax Surat Peringatan Rapid Test Ulama ke Bareskrim

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 21:48 WIB
gedung MUI
Gedung MUI (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaporkan penyebaran berita bohong atau hoax terkait pemberitahuan ke MUI kabupaten/kota. Pemberitahuan bohong itu berisi tentang rapid test yang akan dilakukan terhadap para ulama dan ustaz.

"Mengenai 'Pemberitahuan yang meminta seluruh MUI provinsi, kabupaten/kota agar berhati-hati dan waspada dengan diadakannya Rapid Test COVID-19 terhadap para ulama, kyai dan ustadz di seluruh Indonesia' yang mengatasnamakan Majelis Ulama Indonesia," kata Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan (MUI) Prof Muhammad Baharun dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Baharun mengatakan hoax itu tersebar di media sosial pada 3 April 2020. Menurutnya, hoax tersebut bisa mengadu domba dan memperkeruh suasana di tengah pandemi Corona (COVID-19).

"MUI pusat langsung membentuk tim khusus untuk melaporkan hoax yang agaknya berusaha mau mengadu domba MUI dengan pemerintah atau setidaknya berusaha mengeruhkan suasana kesusahan dan kepanikan warga atas COVID-19 agar jadi makin karut-marut," ujarnya.

Dia menyebut MUI telah memberikan penjelasan bahwa informasi tersebut tidak benar. Dengan berita bohong itu, kata dia, seakan-akan MUI membuat pemberitahuan kepada MUI seluruh provinsi untuk menolak rapid test.

Laporan Tim Hukum MUI itu diterima Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0278/V/2020/BARESKRIM. Baharun berharap tak ada lagi pihak yang menyebar hoax atas nama MUI.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2