Round-Up

Opsi Salat Jumat Tiga Gelombang Gegara Corona Belum Sepenuhnya Hilang

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 20:32 WIB
Pelaksanaan salat Jumat tetap digelar di salah satu masjid di Kudus. Meski begitu, masjid itu terapkan pembatasan sosial guna cegah penyebaran COVID-19.
Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Jakarta -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengkaji fatwa tentang salat Jumat bisa dilaksanakan dalam tiga gelombang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Penambahan tempat salat Jumat juga disarankan.

Pernyataan opsi salat Jumat tiga gelombang tersebut disampaikan Sekjen MUI Anwar Abbas.

Sekjen MUI Anwar Abbas awalnya menekankan soal jaga jarak fisik atau physical distancing, terutama di masjid-masjid yang jemaahnya membeludak. Anwar menyoroti pentingnya mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan virus Corona.

"Untuk itu, karena di dalam protokol medis yang ada masalah physical distancing atau menjaga jarak sangat-sangat menjadi perhatian, di mana jarak antara satu orang dan orang lain minimal 1 meter, maka ini tentu akan sangat menjadi masalah di masjid-masjid yang jemaahnya biasanya membeludak," kata Anwar dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Untuk ibadah salat Jumat, menurut Anwar, akan menjadi masalah jika di dalam masjid tidak diatur jarak antarjemaah.

Karena itulah, Anwar akan meminta Komisi Fatwa MUI mengkaji kemungkinan pelaksanaan salat Jumat bisa dilaksanakan dalam tiga gelombang.

"Di hari Jumat biasa saja masjid yang ada sudah tidak muat, apalagi kalau jarak antara jemaah yang satu dan lainnya minimal berjarak 1 meter. Tentu hal ini adalah tidak mungkin dan jelas akan sangat menyusahkan jemaah," ujar Anwar.

"Oleh karena itu, saya akan menyampaikan kepada Komisi Fatwa untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan salat Jumat di tengah wabah COVID-19 ini dilakukan secara bergelombang," lanjut dia.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3