Ini Cara Kemenhub Hadapi Era New Normal di Sektor Transportasi Laut

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 17:52 WIB
Kemenhub
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan pemberlakuan kondisi new normal yang akan dimulai awal Juni nanti juga akan berpengaruh pada sektor angkutan laut. Menurutnya, guna mengantisipasi pemberlakuan kondisi new normal pada angkutan laut, semua jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan stakeholder terkait harus segera menyiapkan diri untuk menghadapi situasi baru ini.

"Prinsip utamanya adalah pengaturan transportasi laut dengan tetap menyesuaikan peradaban hidup yang baru, yaitu dengan mengatur secara ketat protokol kesehatan COVID-19 dengan memberikan pengawasan secara optimal pada tempat-tempat yang rentan berkumpulnya orang termasuk pada sektor angkutan laut seperti selalu menjaga kebersihan dengan rajin cuci tangan, tetap memakai masker dan physical distancing," kata Wisnu dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2020).

Wisnu menambahkan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan harus tetap mendukung upaya pengendalian penyebaran pandemi COVID-19 melalui transportasi laut. Untuk itu, lanjut Wisnu, guna mengantisipasi pemberlakuan new normal tersebut pihaknya akan mengikutsertakan Operator BUMN yaitu PT Pelni dan para operator swasta lainnya berkaitan dengan penyediaan tiket angkutan laut dengan tetap menegakkan aturan protokol COVID-19.

"Penumpang harus melengkapi syarat-syarat seperti harus adanya surat kesehatan bebas COVID-19 dari hasil rapid test, PCR/Swab test dan syarat lain yang telah ditetapkan ketika penumpang akan naik kapal. Bagi calon penumpang angkutan laut yang akan naik kapal apabila tidak melengkapi persyaratan sesuai SOP Protokol COVID-19 tentunya tidak boleh dilayani atau diberikan izin untuk ikut naik ke kapal," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, mengatakan selama ini di Pelabuhan Makassar telah terbentuk dan aktif bertugas Satgas Terpadu COVID-19 Transportasi Laut di Provinsi Sulawesi Selatan. Satgas Terpadu ini bertugas untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian dan penegakan hukum bagi perjalanan orang yang menggunakan transportasi laut melalui pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Intinya Pelabuhan Makassar dan semua pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung apabila kebijakan pemerintah terkait penerapan new normal yang akan dimulai pada tanggal 7 Juni 2020, karena semua pelabuhan di Sulawesi Selatan telah menyiapkan pengawasan dan pengendalian sesuai protokol COVID-19 termasuk pengawasan dalam penjualan tiket oleh Operator Kapal maksimal 50 % dari kapasitas kapal agar physical distancing bisa diterapkan," tutupnya.

Sebagai informasi, Rapat Pembahasan Kesiapan Antisipasi Pembatasan Perjalanan Arus Balik dan Protokol COVID-19 Rapid Test/PCR Swab bagi Penumpang Angkutan Laut di Pelabuhan Utama Makassar, dihadiri Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Kepala Kantor Syahbandar Utama Makassar, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Makassar, Pelaksana Harian Kepala Kantor Distrk Navigasi Klas I Makassar, Asops Dan Lantamal VI/Asops Satgas Terpadu COVID-19 Transportasi Laut Sulsel, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), General Manager PT Pelindo IV Cabang Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Ikan Makassar, Kepala Balai Besar Karantina Tumbuhan Makassar, Kepala KKP Kelas 1 Makassar, Kepala UPP III Selayar (melalui video conference), Kepala UPP III Bulukumba (melalui video conference), dan Kepala UPP III Bajoe (melalui video conference).

(akn/ega)