Bantah Kabar KKB Duduki Pos Aparat di Nduga Papua, Polisi: Itu Propaganda

Wilpret Siagian - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 16:46 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.
Kombes Ahmad Musthofa Kamal (Foto: Istimewa)
Jayapura -

Polda Papua membantah kabar soal adanya penyerangan dan perampasan amunisi serta pendudukan 4 Pos Darurat milik TNI/Polri di Kabupaten Nduga. Kabar tersebut beredar di media sosial.

"Tidak benar. Informasi yang beredar di media sosial maupun media online bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan penyerangan dan perampasan amunisi serta menduduki 4 pos darurat TNI/Polri oleh di Kabupaten Nduga. Itu adalah hoax," ujar Kabid Humad Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan di Jayapura, Kamis (28/5/2020).

Informasi soal adanya penyerangan dan perampasan amunisi serta pendudukan 4 Pos Darurat milik TNI/Polri di Kabupaten Nduga disampaikan oleh jubir Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom. Dalam pernyataannya, Sebby menyebut pihaknya telah melakukan penyerangan terhadap pos TNI-Polri yang ada di Kabupaten Nduga pada 18-25 Mei 2020. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga mengklaim telah merampas amunisi serta alat komunikasi lainnya milik TNI/Polri. Selain itu, mereka telah menduduki 4 pos darurat TNI/Polri.

Sebby Sambom disebut menyatakan pasukan TPNPB berhasil menduduki pos darurat yang telah ditinggalkan TNI-Polri kemudian merampas perlengkapan militer yang tertinggal. Di antaranya 60 magasin peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit, 16 peluru roket basoka, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera, 6 buah handy talkie (HT), 2 HP Satelit Inmarsat dan Thuraya, 15 buah rompi antipeluru, sepatu, baju-celana, terpal, dan peralatan lainnya yang belum dirinci.

"Semua penyataan itu tidak benar itu hanya propaganda atau hoax," tegas Kamal.

Kamal juga mengatakan KKB pimpinan Egianus Kogoya itu terus melakukan provokatif dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga. Ini yang memicu sejumlah kejadian belakangan ini, yakni penganiayaan dan perampasan senjata api milik anggota Polri yang berada di Pos Pol 99 Kampung Ndeotadi, Polres Paniai, pada Jumat (15/5).

Kemudian penembakan terhadap warga non-karyawan PT Freeport di Mile 61 Area Freeport Kabupaten Mimika pada Kamis (21/5), dan kejadian penembakan terhadap dua petugas medis di Intan Jaya sehari setelahnya. Dalam peristiwa terakhir, satu petugas medis penanganan COVID-19 gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Distrik Wandai serta satu tenaga medis selamat dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Nabire.

"Kami akan terus mengejar para pelaku, untuk melakukan penegakan hukum kepada kelompok tersebut," tutur Kamal.

(elz/elz)