6 Daerahnya Hijau Corona, Pemprov Maluku Tetap Akan Terapkan New Normal

Muslimin Abbas - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 15:44 WIB
Kapolda Maluku, Irjen Baharudin Djafar. (Muslimin Abbas/detikcom)
Foto: Kapolda Maluku, Irjen Baharudin Djafar. (Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Pemprov Maluku menyatakan tetap akan menerapkan kebijakan new normal atau pelaksanaan protokol tatanan normal baru yang produktif, meskipun 6 daerahnya berstatus zona hijau virus Corona (COVID-19). Wakil Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku, Irjen Baharudin Djafar mengatakan penerapan new normal akan lebih dulu disimulasikan.

"Banyak masukan yang kita dapatkan dari orang tua kami (tokoh-tokoh agama) bahwa ini (penerapan new normal) diharapkan nanti bottom-up. Jadi, kebutuhan masyarakat itu kita lihat dulu, kondisinya bagaimana, perlu disimulasikan dulu, perlu simulasi, baru diterapkan (new normal), karena wilayah kita ini adalah belum memasuki wilayah PSBB (pembatasan sosial berskala besar), walaupun sudah diusulkan di tingkat pusat," kata Baharudin di lobi kantor Gubernur Maluku, Kamis (28/5/2020).

"Oleh sebab itu, tadi kita rapatkan dan kita sudah mulai pahami,dan masing-masing dari unit-unit kerja, termasuk beliau-beliau ini (tokok-tokoh agama), adalah bagian dari pada Gugus Tugas. Nanti beliau-beliau akan mengadakan pertemuan (internal)," imbuhnya.

Baharudin menegaskan new normal merupakan kebijakan yang mutlak. Dengan harapan, daerah yang tergolong zona merah Corona akan menjadi hijau setelah new normal diterapkan.

"Jadi, saya sampaikan berbeda pengajuan antara PSBB dengan new normal. Ada PSBB atau tidak ada PSBB, new normal mutlak berlangsung yang kondisi kita sekarang. Misalkan Ambon ini zona merah, bagaimana kita terapkan new normal ini bisa menurunkan dari zona merah menjadi kuning dan kuning menjadi hijau," jelasnya.

Baharudin menjelaskan, dari 11 kabupaten/kota di Maluku, ada 6 daerah masih tergolong zona hijau. Namun, new normal tetap akan diberlakukan di sana.

"Ada beberapa, 6 daerah yang sama sekali zona hijau. Itu bukan didiamkan. Mereka harus menjalankan new normal agar dia tetap zona hijau. Misalnya siapa yang masuk ke wilayahnya tentu dia batasi. Jadi, nanti dia kan membatasi orang yang masuk karena wilayah sudah zona hijau. Jangan sampai datang dari Ambon yang zona merah masuk ke tempatnya justru menjadi berubah warnanya," papar Baharudin.

Simak video 'Pemerintah Sampaikan Kriteria Daerah Indikasi New Normal':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2