Gubernur Riau: Pelaksanaan PSBB Tidak Diperpanjang Lagi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 15:08 WIB
Gubernur Riau Syamsuar (Chaidir-detikcom)
Gubernur Riau Syamsuar (Chaidir/detikcom)
Pekanbaru -

Gubernur Riau Syamsuar mengumumkan pihaknya tidak memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk enam wilayah di Riau. Salah satu alasannya adalah jumlah pasien virus Corona di Riau menurun.

"Tadi kami telah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh bupati dan wali kota dalam rangka pembahasan pertama evaluasi PSBB dan kedua pelaksanaan tatanan baru (new normal). Setelah menyampaikan arahan bersama Kapolda Riau dan setelah melihat adanya penurunan angka penularan COVID-19 dan adanya dukungan kabupaten dan kota yang telah melaksanakan PSBB yang telah dilaksanakan pada dua minggu lalu tidak diperpanjang lagi," kata Syamsuar di Posko Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Pemprov Riau, Pekanbaru, Kamis (28/5/2020).

Syamsuar mengatakan dicabutnya status PSBB ini dibuktikan dengan penurunan Rt di bawah angka 1, yakni 0,88. Menurutnya, ini merupakan prestasi Riau atas kerja sama berbagai pihak.

"Ini harus kita pertahankan. Kalau bisa, kita turunkan lagi. Kalau jumlah ini bisa kita turunkan lagi, tentunya akan lebih bagus. Nah, itulah akan menjadi arah ke era new normal. Semoga harapan ini terwujud sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan rangka menciptakan masyarakat yang produktif dan aman COVID-19," kata Syamsuar.

Gubernur Riau juga telah meminta masing-masing pemkab dan pemko mempersiapkan new normal. Salah satunya persiapan pembukaan kembali sekolah dengan mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

Fasilitas cuci tangan dengan sabun diminta disiapkan. Dia juga meminta semua pihak tetap memakai masker selama aktivitas belajar-mengajar serta tetap mengatur jarak dan mengatur waktu jam belajar.

"Khususnya untuk sekolah, kita masih menunggu petunjuk dari Kementerian Pendidikan," kata Syamsuar.

Untuk sektor pariwisata, kata Syamsuar, pihaknya juga meminta pemkab dan pemko melakukan sosialisasi new normal. Sepanjang protokol kesehatan dapat dijalankan, sektor wisata dapat berjalan kembali menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Untuk tempat ibadah yang saat ini masih menunggu petunjuk dari Kementerian Agama, sehingga nanti kita akan mengetahui secara berangsur-angsur untuk memulai kegiatan-kegiatan seperti biasa. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan," tutup Syamsuar.

Simak video 'Pemerintah Sampaikan Kriteria Daerah Indikasi New Normal':

(cha/haf)