'New Normal' Menjadi 'Kenormalan Baru', Ini Pertimbangan Pemred KBBI

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 13:28 WIB
Jelang Lebaran, banyak warga Jakarta mulai memadati pasar tradisional guna membeli bermacam kebutuhan. Seperti terpantau di Pasar Kober, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Gambar ilustrasi salah satu kenormalan baru, memakai masker. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Istilah 'new normal' begitu sering dipakai masyarakat Indonesia saat era pandemi virus Corona sekarang. Kini, istilah dari bahasa Inggris itu sudah ada padanan bahasa Indonesia-nya.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa Kemdikbud) menetapkan padanan kata dari 'new normal' adalah 'kenormalan baru'. Sosialisasi sudah dilakukan sejak 25 Maret lalu lewat akun media sosial dari Badan Bahasa.

Kepala Bidang Pengembangan Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dora Amalia, menjelaskan pertimbangan 'kenormalan baru' dipilih sebagai padanan istilah dari 'new normal'.

"Prinsip padanan istilah adalah sedapat mungkin dekat dengan istilah sumbernya," kata Dora kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Istilah bahasa Inggris 'normal' sudah diserap ke bahasa Indonesia. Di bahasa Inggris, 'normal' digolongkan sebagai kata sifat (adjektiva) dan juga kata benda (nomina). Meski demikian, kata 'normal' dalam bahasa Indonesia sampai saat ini adalah kata sifat saja, belum ada 'normal' sebagai kata benda. Maka kata sifat 'normal' dalam bahasa Indonesia perlu dijadikan kata benda.

"Maka kita bentuk adjektiva 'normal' menjadi nomina dengan penambahan konfiks di depan dan di belakang, yakni 'ke-an', menjadi 'kenormalan'," kata Dora.