Tersandung Kasus Narkoba-Desersi, 5 Anggota Polres Aceh Timur Dipecat

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 11:35 WIB
5 Anggota Polres Aceh Timur Terlibat Narkoba dan Desersi Dipecat
5 Anggota Polres Aceh Timur Terlibat Narkoba dan Desersi Dipecat (Foto: Istimewa)
Banda Aceh -

Lima personel Polres Aceh Timur dipecat dengan tidak hormat karena tersandung kasus narkoba dan desersi. Kelimanya tidak hadir dalam upacara pemecatan.

"Dari lima personel yang dipecat, tiga di antaranya karena kasus narkoba dan dua orang mangkir dari tugas," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Upacara pemecatan kelima polisi tersebut digelar di Lapangan Apel Polres Aceh Timur, pagi tadi. Anggota Satuan Sabhara Polres Aceh Timur membawa foto kelima anggota tersebut sambil dibacakan surat keputusan pemberhentian.

Menurut Eko, upacara pemecatan dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Aceh nomor KEP/151/V/2020, tertanggal 5 Mei 2020 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat dari Dinas Polri. Kelima anggota tersebut dijatuhkan hukuman setelah menjalani sidang kode etik Polri.

Tiga anggota yang tersandung kasus narkoba itu adalah Aipda IR, Briptu NF dan Briptu M. Sementara dua anggota yang dipecat karena tidak masuk tugas lebih dari 30 hari ialah Aipda YH dan Brigadir I.

"Peristiwa seperti ini (pemecatan) tentunya sangat disayangkan oleh kita semua. Namun, demi organisasi yang kita cintai ini, maka upacara PTDH ini pun tetap laksanakan," jelas Eko.

Eko mengingatkan agar upacara PTDH tersebut dapat dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi bagi seluruh anggota Polri jajaran Polres Aceh Timur. Menurutnya, hal ini merupakan implementasi dari komitmen Polri untuk menegakkan disiplin anggota.

"Menjadi anggota Polri merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang diraih tidak dengan mudah sehingga diharapkan setiap anggota menyadari untuk tidak melakukan tindakan indispliner, tindak pidana, maupun melanggar kode etik Polri," ujar Eko.

"Sangat tidak mungkin penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, apabila penegak hukumnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional," lanjutnya.

(maa/maa)