Angka Reproduksi Corona DKI Sempat di Bawah 1 tapi Naik Lagi

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 10:50 WIB
Suasana di Pasar Jatinegara tampak ramai oleh warga. Meski PSBB masih diterapkan, warga ramai-ramai datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan jelang Lebaran.
Foto ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Angka reproduksi penyebaran virus Corona sempat turun pada pagi kemarin. Namun ternyata, angka Rt itu kemudian naik lagi di waktu selanjutnya. Ini harus menjadi perhatian khusus Gubernur Anies Baswedan dan jajaran Pemprov DKI Jakarta.

"Rt Jakarta pernah di bawah 1 tapi terus naik lagi di (angka) 1," kata anggota tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Tim FKM UI merupakan pihak yang menghitung angka reproduksi di Jakarta. Hasilnya kemudian disodorkan ke Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Angka Rt di bawah 1 berarti menunjukkan penyebaran virus Corona sudah terkendali. Namun, angka Rt 1 pada satu hari saja tidaklah cukup menjadi dasar untuk mengakhiri pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perlu dua pekan angka Rt bertahan di bawah 1 untuk menyimpulkan suatu wilayah sudah mempunyai kondisi penyebaran virus Corona yang terkendali.

"Perlu Rt di bawah 1 selama 14 hari, baru kita bisa katakan penyebaran penyakitnya sudah menurun dan mulai pengurangan PSBB secara bertahap. Ukurannya 14 hari karena masa penularan virusnya bisa maksimal 14 hari," kata Iwan.

Angka orang yang tinggal di rumah (stay at home) selama masa PSBB di Jakarta dinilai tim FKM UI sempat menunjukkan tren positif. Namun kemudian angka orang yang tinggal di rumah menurun pada bulan puasa.

"Itu terlihat dari Rt yang naik lagi di atas satu setelah proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja berkurang sejak awal bulan puasa," kata Iwan.

Simak video 'Angka Tingkat Penularan Corona DKI Dinyatakan Menurun, Ini Kurvanya':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3