Round-Up

Kerinduan Jokowi-Ma'ruf pada Rumah Ibadah

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 21:41 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Maruf Amin saat memimpin rapat kabinet terbatas tentang hilirisasi industri produk-produk unggulan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Presiden Joko Widodo menyatakan industri nasional telah mampu membuat produk-produk dengan teknologi unggulan dan meminta dapat terus dikembangkan dengan pendanaan riset yang memadai dari BUMN serta swasta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto
Jakarta -

Kegiatan agama di rumah ibadah akan dibuka lagi secara bertahap dengan protokol tatanan normal baru atau new normal. Dibukanya lagi tempat ibadah membasuh kerinduan segenap masyarakat, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Ungkapan kerinduan Jokowi dan Ma'ruf terhadap rumah ibadah tersebut disampaikan Menteri Agama Fachrul Razi dalam jumpa pers seusai rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/5/2020).

"Menjawab kerinduan kita semua, kerinduan umat pada rumah ibadah, sudah rindu sekali kita pada rumah ibadah," kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin pun sudah rindu untuk beribadah di rumah ibadah.

Karena itu, menurut dia, revitalisasi fungsi rumah ibadah dalam tatanan normal baru perlu dilakukan.

"Memang semua kita, termasuk Bapak Presiden dan Bapak Wapres, sepakat kita sudah rindu untuk kembali kepada rumah ibadah masing-masing. Dan ingin kita revitalisasi fungsi rumah ibadah dalam tatanan normal baru ini," ujarnya.

Kementerian Agama berencana membuka kembali rumah ibadah dengan tetap menerapkan protokol tatanan normal baru.

"Secara bertahap kegiatan di rumah ibadah dibuka kembali dengan tetap menaati prosedur standar tatanan baru new normal," kata Fachrul.

"Rencana kami dalam minggu ini sudah akan kami terbitkan tentang revitalisasi fungsi rumah ibadah pada tatanan normal baru," imbuh dia.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2