Penculik Pemeras Remaja di Bintaro Ngaku Anggota Mabes Polri-Alumni Akpol

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 19:46 WIB
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan
Rilis kasus pemerasan dan penculikan remaja di Bintaro oleh komplotan polisi gadungan (Jehan/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi mengatakan lima orang ditangkap atas kasus penculikan dan pemerasan terhadap pelajar berinisial AH (17) di Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat melakukan perlawanan. Para tersangka yang berkeras mengaku dirinya polisi, bahkan mengaku berdinas di Mabes Polri dan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).

"Melakukan perlawanan dengan mengaku anggota kepolisian, bahkan salah satu mengaku Akademi Kepolisian (Akpol), mengancam anggota kami dengan menggunakan senjata airsoft gun," ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

"Mengaku berdinas di Mabes Polri dan mengancam, mau panjang apa pendek, terhadap anggota kami, yang dipimpin oleh Kanit Reskrim," sambung Iman.

Namun, karena gerak-gerik kelima pelaku mencurigakan dan atribut kepolisian yang dikenakan tak sesuai, aparat tetap melakukan penangkapan.

"Karena pada saat itu perilaku, sikap, kemudian juga beberapa atribut yang digunakan tidak sesuai, kemudian langsung dilakukan penangkapan dan dilakukan pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan bukan merupakan anggota Polri," terang Iman.

Kelima pelaku juga tak memiliki kartu tanda anggota (KTA) Polri. "Tidak menggunakan atau tidak dapat menunjukkan kartu tanda anggota," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, Polres Tangerang Selatan mengungkap kasus ini dengan menangkap lima pria berinisial DOY (19), ORI (20), Azel (19), Bryan (21), dan Jos (18). Polisi menyebut para pelaku sudah beberapa kali beraksi di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan, dengan modus mengaku sebagai anggota dan melakukan razia menggunakan kendaraan pribadi yang dimodifikasi mirip kendaraan dinas polisi.

Atas kejadian itu, kelima pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pengancaman. Para pelaku kini terancam hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara.

(aud/aud)