Viral Dugaan 1,3 Juta Data Bocor, Ini Tanggapan Kemendikbud

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 19:18 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi pembobolan data (Pawel Kopczynski/Reuters)
Jakarta -

Viral sebuah informasi yang menduga sekitar 1,3 juta data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengalami kebocoran. Kemendikbud pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Informasi tersebut dilihat detikcom melalui akun Twitter Teguh Aprianto, @secgron, pada Rabu (27/5/2020). Dalam unggahannya, Teguh memaparkan sebuah informasi tentang berbagai kejadian kebocoran data di Indonesia.

"Berikut berbagai kejadian kebocoran data yang melibatkan Indonesia: Bukalapak [13 juta data], Lion Group (Malindo Air dan Thai Lion) [7,8 juta data], Tokopedia [91 juta data], Bhinneka [1,2 juta data], KPU [200 juta data], Universitas Indonesia (CS & FK), Kemdikbud," tulis Teguh dalam akun Twitter-nya.

Lebih lanjut Teguh mengungkapkan, Kemendikbud juga mengalami kebocoran sekitar 1,3 juta data. Menurutnya, data yang bocor terkait data pribadi seperti nama lengkap, alamat, nama orang tua, tempat tanggal lahir, hingga alamat.

"Kemdikbud juga mengalami kejadian serupa, 1,3 juta data bocor. Data yang dibocorkan di antaranya adalah: NIK, Nama lengkap, Tempat & tanggal lahir, Status pernikahan, Nama lengkap ibu, Nama lengkap ayah, No KK, Alamat lengkap, dll," tulis Teguh.

Tonton juga video 'Kabar Data Bocor, Bhinneka.com Sarankan Pengguna Lakukan Ini':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2