Polisi Tangkap Penculik dan Pemeras Pelajar di Bintaro

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 17:27 WIB
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan (Jehan/detikcom)
Tangerang Selatan -

Polisi meringkus lima orang pelaku penculikan dan pemerasan terhadap pelajar berinisial AH (17) di Bintaro, Tangsel. Pelaku ditangkap dini hari tadi.

"Dini hari, pukul 03.00 WIB, dipimpin Kapolsek dan Kanit Reskrim melakukan penangkapan. Pada saat melakukan penangkapan itu, korban yang dibawa, yang diambil itu masih berada di dalam mobil. Jadi kehadiran anggota kami juga menyelamatkan korban pada saat itu," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan kepada wartawan, Rabu (27/5/2020).

Lima pelaku yang ditangkap berinisial DOY (19), ORI (20), Azel (19), Bryan (21), dan JOS (18). Kelimanya ditangkap di Jalan Raya Bintaro Sektor 3, Tangerang Selatan (Tangsel).

Iman menjelaskan, saat penangkapan, para pelaku sempat melakukan perlawanan dengan mengaku sebagai anggota kepolisian. Pelaku juga sempat mengancam salah satu anggota polisi menggunakan airsoft gun.

"Mengaku berdinas di Mabes Polri dan mengancam, mau panjang apa pendek, terhadap anggota kami yang dipimpin oleh Kanit Raskrim," ujarnya.

Kelima pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang pengancaman dengan ancaman 9 tahun. Pelaku diketahui merupakan sindikat yang kerap melakukan pemerasan di wilayah Jakarta.

Imam mengimbau kepada masyarakat, terutama warga Tangerang Selatan, mengenali pelat mobil dinas yang digunakan kepolisian Tangerang Selatan. Hal itu dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya kasus polisi gadungan.

"Jadi Polres Tangerang Selatan 41, jadi buat warga masyarakat Tangsel, bila mengenal kendaraan dinas dari Polres Tangerang Selatan, bisa dilihat pada ujungnya itu 41," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pelajar berinisial AH (17) diduga diculik oleh sekelompok orang. Para pelaku mengaku sebagai polisi. Kapolsek Pondok Aren Kompol Afroni Sugiarto membenarkan adanya kejadian tersebut. Afroni mengatakan saat ini pihaknya masih menyelidiki para pelaku.

"Iya betul, sedang kami cari pelakunya," kata Kompol Afroni saat dihubungi detikcom, Selasa (26/5/2020).

(idn/idn)