Hadapi New Normal, Pos Indonesia Kembangkan Layanan Video Conference

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 17:00 WIB
Pos
Foto: Pos Indonesia
Jakarta -

The New Normal sebagai langkah pemulihan ekonomi dan industri sudah di depan mata. PT Pos Indonesia (Persero) pun mempersiapkan sederet skenario, sejalan dengan arahan dari Kementerian BUMN. Fitur dan layanan digital pun bakal menjadi ujung tombak operasional Pos Indonesia ke depan.

Di tengah kesibukan Pos Indonesia mendistribusikan bantuan sosial di seluruh wilayah Indonesia, Pos Indonesia kembali melakukan terobosan dengan mengembangkan layanan digitalnya, yaitu membuat aplikasi video conference sebagai media rapat secara virtual yang diberi nama SPACE dan aplikasi di bidang layanan keuangan yaitu POS GIRO MOBILE.

Pengembangan aplikasi Space pada tahap awal ini, diharapkan sebagai solusi atas kebutuhan komunikasi dan koordinasi internal yang lebih cepat serta efisien dalam menunjang operasional bisnis yang salah satu di antaranya distribusi Bansos tunai dan nontunai terutama di saat kondisi pandemi COVID-19.

Direktur Strategic PT Pos Indonesia (Persero) Noer Fajrieansyah mengatakan layanan ini bisa menjangkau pelosok dan menggunakan bandwith bersifat customizable atau adaptif. Space tetap dapat berjalan pada koneksi data rendah (minimal 50 Kbps) dan akan menampilkan kinerja yang maksimal di bandwith tinggi.

"Implementasi layanan ini dinilai sangat cocok untuk menjembatani komunikasi di internal Pos Indonesia, karena memiliki jumlah karyawan yang besar, kondisi regional yang tersebar di seluruh Indonesia, dan akses internet tidak merata." jelas Noer Fajrieansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

Dalam kondisi The New Normal, PT Pos Indonesia (Persero) menghimbau para pelanggan menggunakan transaksi digital dan layanan pick up. Terobosan ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu keluar rumah guna menghindari penyebaran COVID-19. Pelanggan dapat menggunakan layanan Pos Giro Mobile (PGM) yang bisa di unduh di playstore, sehingga dapat melakukan transaksi layanan jasa keuangan Pos Indonesia sebagaimana biasanya.

"PGM dibuat untuk berkompetisi merebut pasar financial technology (fintech) khususnya menyasar unbankable society serta menjadi upaya perseroan guna mendukung strategi nasional dalam meningkatkan Financial Inclusion di Indonesia," ujar Noer.

Noer Fajrieansyah menambahkan kepada pelanggan disarankan untuk melakukan transaksi jasa keuangan melalui Pos Giro Mobile (PGM) sedangkan untuk jasa kurir dan logistik dapat memanfaatkan layanan pick up dengan menghubungi kantor pos terdekat.

"Dengan hadirnya aplikasi space ini, kami ingin menciptakan kemudahan dan meningkatkan pelayanan pelanggan di The New Normal melalui layanan digital," pungkasnya.

Sebagai informasi Space adalah aplikasi yang dibangun oleh Divisi IT secara inhouse. Seperti halnya aplikasi video conference lain (Zoom, Google Meet atau Microsoft teams), Space tentunya lebih aman bagi Pos Indonesia, lebih efektif dan efisien dari sisi biaya karena dibuat dan dikembangkan sendiri oleh tim IT internal Pos Indonesia.

Adapun fitur pada aplikasi space antara lain aplikasi berbasis web, tersedia versi android mobile dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen SDM PT Pos Indonesia (Persero).

(akn/ads)