Benarkah Pelat B Gampang Lolos Penyekatan Arus Balik? Ini Kata Korlantas

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 11:53 WIB
Suasana arus lalu lintas ramai lancar di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 12, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020).
Foto ilustrasi Tol Jakarta-Cikampek. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Korps Lalu Lintas Polri menjelaskan terkait isu 'pelolosan' mobil berpelat B ketika pihak kepolisian melakukan penyekatan dan penyaringan arus balik mudik. Korlantas Polri menyebut pemeriksaan dilakukan satu per satu ketika situasi lalu lintas memungkinkan.

"Gini, pokoknya ketika itu tidak terjadi kemacetan kita periksa satu per satu, kalau terjadi kemacetan ya kita lepas dulu, saya tidak mau macet," kata Kabagops Korlantas Polri, Kombes Benyamin, saat dihubungi detikcom, Rabu (27/5/2020).

Benyamin mengatakan pihak Korlantas Polri tidak ingin ada kemacetan yang disebabkan proses penyekatan itu. Terlebih, menurutnya, penyekatan yang dilakukan di Km 47 itu bukan berada di wilayah DKI Jakarta.

"Itu bukan wilayah DKI loh ya, itu wilayah Karawang, kalau mau periksa ketat itu harusnya di Jakarta bukan di situ, itu penyekatan aja sistemnya," ucap Benyamin.

Selain itu, Benyamin menjelaskan pihak kepolisian memiliki diskresi untuk meloloskan kendaraan ketika keadaan macet sudah semakin parah akibat penyekatan tersebut. Biasanya, pihak kepolisian akan tetap melakukan pemeriksaan secara acak ketika keadaan tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan satu per satu.

"Kalau berbicara teknis maka bisa liat langsung di lapangan. Karena kalau saya bicara pasti nggak (diloloskan) seperti itu, kadang-kadang di bawah itu anggota ini ada diskresi juga 'oh ini macet, udah random aja diloloskan aja', begitu sih ya," ujarnya.

Dia menegaskan petugas di lapangan bekerja maksimal dan tidak lengah melakukan pemeriksaan arus balik. Seluruh kendaraan tanpa pengecualian yang menuju Jakarta akan diputarbalikkan jika tidak bisa menunjukkan syarat yang ditentukan.

"Kalau kita sih semua yang mengarah ke Jakarta kita keluarkan kalau misal kecuali mobil barang, mobil TNI-Polri, mobil kesehatan gitu ya," ungkap Benyamin.

(maa/hri)