Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan, Mana yang Harus Didahulukan?

Rosmha Widiyani - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 11:16 WIB
Pengalaman Puasa Mualaf
Foto: Istimewa/Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan, Mana yang Harus Didahulukan?
Jakarta -

Selesai bulan Ramadhan, umat Islam disunahkan menjalankan ibadah Puasa Syawal selama 6 hari. Puasa Syawal yang bisa dilakukan setelah hari raya Idul Fitri ini punya keutamaan yang sudah dijelaskan dalam banyak hadits.

Dalam sebuah hadits dari Abu Ayyub Al-Ansari disebutkan bahwa 6 hari Puasa Syawal yang dikerjakan setelah 30 hari berpuasa di bulan Ramadhan keutamaannya seperti berpuasa terus menerus.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، - رضى الله عنه - أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ‏"

Artinya: Abu Ayyub al-Ansari RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Dia yang berpuasa selama Ramadhan dan melanjutkannya dengan enam hari puasa saat bulan Syawal akan seperti melakukan puasa terus menerus." (HR Muslim).

Namun, adakalanya sebagian muslim punya utang puasa yang harus dibayar selepas Ramadhan. Dengan kondisi tersebut apakah bisa membayar utang Puasa Ramadhan dilakukan bersamaan dengan Puasa Syawal ?

Manakah yang harus didulukan antara Puasa Syawal atau melunasi utang Puasa Ramadhan?

Dikutip dari situs Darul Iftaa yang ditulis (Mufti) Muhammad ibn Adam, jawabannya ada pada hadits dari Abu Ayyub Al-Ansari. Hadits menempatkan Puasa Ramadhan di urutan pertama yang disusul Puasa Syawal bukan sebaliknya.

Artinya, para muslim lebih disarankan membayar utang Puasa Ramadhan lebih dulu. Jika sudah lunas, umat Islam bisa melanjutkannya dengan Puasa Syawal. Tentunya Puasa Syawal hanya bisa dilakukan di bulan Syawal, bukan yang lain.

Terkait menggabungkan Puasa Syawal dengan melunasi utang Ramadhan, umat Islam sebaiknya tidak melakukan hal tersebut. Muslim disarankan niat dan melakukan Puasa Syawal dan utang Puasa Ramadhan alam kurun waktu berbeda.

Mufti dari Leicester, Inggris, tersebut mengutip pendapat dalam Fatawa Darul Uloom Deoband. Seorang muslim dikhawatirkan tidak mendapat berkah puasa sunnah jika menggabungkannya dengan membayar utang puasa wajib.

Dengan membedakan antara melunasi utang Puasa Ramadhan dan Puasa Syawal, seorang muslim diharapkan bisa mendapat berkah dari keduanya. Jika terlanjur menggabungkan keduanya, maka niat utama adalah membayar utang Puasa Ramadhan. Saat melunasi utang, diharapkan umat Islam memperoleh berkah Syawal dari Allah SWT.

(row/erd)