Round-Up

Nasib Pembatasan Besar-besaran Jakarta Diserahkan ke Tangan Warga

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 06:03 WIB
Anies Baswedan
Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta memasuki fase ketiga dan akan berakhir pada 4 Juni 2020. Soal apakah PSBB akan dilanjutkan atau tidak, Gubernur DKI Anies Baswedan menyerahkan ke 'tangan' warga.

Saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Stasiun MRT guna mengecek kesiapan penerapan prosedur new normal di sarana publik, Anies mengungkap saat ini para ahli tengah mengumpulkan data-data terkait pandemi virus Corona (COVID-19). Ia menyatakan akhir pekan ini akan mengungkap hasil dari PSBB selama beberapa bulan belakangan.

"Jadi para ahli saat ini mengumpulkan semua datanya, memantau terus. Insyaallah, akhir pekan ini kita akan punya informasinya dan pada saat itu nanti kita akan sampaikan kepada masyarakat kerja bersama kita ini hasilnya seperti apa," kata Anies di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).

Presiden Jokowi bersama Anies BaswedanPresiden Jokowi bersama Anies Baswedan. (Andhika Prasetia/detikcom).

Meski sempat menyebut PSBB jilid III ini kemungkinan merupakan PSBB penghabisan, Anies menyatakan tidak menutup kemungkinan pembatasan masih akan dilakukan di ibu kota. Untuk itu, penting sekali bagi masyarakat mematuhi PSBB yang dilakukan guna menekan penyebaran virus Corona.

"Kami berkepentingan semua masyarakat untuk menaati secara disiplin sehingga pada saat siklus 14 hari terakhir perpanjangan PSBB, tidak perlu diperpanjang. PSBB di Jakarta berakhir tanggal 4 Juni. Apa harus diperpanjang atau penghabisan, tergantung angka epidemiologi yang ada," ujar Anies.

Angka-angka epidemiologi terkait kasus COVID-19 akan menentukan apakah PSBB di Jakarta akan dikumpulkan hingga akhir pekan ini. Anies menyebut perpanjangan masa PSBB di DKI Jakarta tergantung masyarakat. Jika masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan, masa PSBB tak akan diperpanjang. Jika yang terjadi sebaliknya, masyarakat masih harus menjalani pembatasan besar-besaran.

"Jadi yang menentukan PSBB ini diperpanjang atau tidak itu bukan, sebenarnya bukan pemerintah bukan parah ahli yang menentukan adalah perilaku seluruh masyarakat di wilayah PSBB," tegasnya.

Pada Selasa malam, Anies mendatangi check point pembatasan masuk Jakarta di KM 47 tol Jakarta-Cikampek. Ia ingin memastikan ketegasan dan berjalannya pembatasan masuk Jakarta selama PSBB.

"Pada malam hari ini saya melakukan pemeriksaan pada check point di KM 47. Jadi sekali lagi dipesankan kepada masyarakat yang tidak memiliki kegiatan kedinasan di 11 sektor yang diizinkan selama PSBB, tidak akan diizinkan untuk masuk wilayah Jakarta. Nah untuk dapat izin tentu harus mengurus, tapi izin ini hanya untuk mereka yang memiliki kedinasan," urai Anies.

Pelaksanaan pembatasan kepada para pengemudi kendaraan tersebut merupakan implementasi dari Pergub Nomor 47 Tahun 2020, bahwa setiap masyarakat yang akan memasuki/keluar dari Jakarta harus mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Anies menegaskan, bahwa tidak ada pengecualian untuk syarat SIKM. Masyarakat yang ingin masuk Jakarta harus memiliki SIKM.

Mantan Mendikbud ini mengatakan petugas akan mengambil tindakan tegas kepada warga yang mencoba masuk ke wilayahnya tanpa surat izin. Anies menyebut tindakan itu adalah salah satu cara untuk menghargai warga yang telah berdiam diri di rumah selama 2 bulan.

"Kami mengambil tindakan tegas dilaksanakan secara tegas di lapangan agar Jakarta yang sudah 2 bulan lebih melakukan pembatasan sosial berskala besar bisa tuntas," paparnya.

Simak video Anies Berharap 4 Juni Jadi Masa Transisi Normal Baru:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2