Round-up

Sanksi untuk 2 Polisi Aniaya Pria Tua Gangguan Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 23:28 WIB
Viral 2 Oknum Polisi di Aceh Timur Keroyok ODGJ
Foto: tangkapan layar
Banda Aceh -

Brigadir R dan Brigadir E, personel Polsek Nurussalam, ditahan di sel Propam Polres Aceh Timur dan dikenai sanksi disiplin serta kode etik Polri. Keduanya dinyatakan bersalah menganiaya pria tua penderita gangguan jiwa berinisial R.

"Dua oknum Polsek Nurussalam tersebut saat ini sudah dimasukkan ke sel Propam. Keduanya kami kenai sanksi disiplin dan kode etik Polri," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro dalam keterangannya, Selasa (26/5/2020).

Eko menyebut kedua anak buahnya terpancing emosi saat korban datang sambil marah-marah, bahkan menarik kerah seragam Brigadir E. Eko menegaskan, apa pun alasannya, perbuatan kedua anak buahnya itu tak dibenarkan karena tak mengedepankan kode etik Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

"Apa pun alasannya, tindakan yang dilakukan oleh anggota kami tersebut tidak dibenarkan. Anggota Polri harus menjunjung tinggi kode etik Polri untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, juga memiliki kesabaran berlebih," tegas Eko.

Seperti diketahui, penganiayaan terhadap pria tua dengan gangguan itu viral di media sosial. Terekam dalam video, pelakunya dua pria berseragam polisi.

Salah satu netizen yang mengunggah video itu di akun Twitter-nya menyebut si pria tua menderita gangguan jiwa dan memprotes tindakan kedua oknum polisi yang memukuli korban.


Eko menjelaskan penganiayaan tersebut berawal saat kedua oknum sedang memasang spanduk imbauan tidak mudik di Desa Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, pada Sabtu (23/5). Tiba-tiba korban yang mengalami gangguan jiwa mendatangi keduanya sembari marah-marah.

Keduanya sempat menghindar, namun korban menarik kerah baju Brigadir E. Melihat kejadian tersebut, Brigadir R spontan menyerang hingga terjadi penganiayaan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka pada bagian kepala.

"Setelah kejadian, mereka (Brigadir R bersama Brigadir E) dibawa ke Polres Aceh Timur dan dimintai keterangan," ujar Eko.

Eko menyatakan sudah bersilaturahmi ke rumah korban pada Senin (25/5) bersama sejumlah pejabat Polres. Dia meminta maaf kepada keluarga korban atas tindakan dua anggotanya dan bakal menanggung biaya pengobatan korban.

"Kami akan menanggung semua biaya pengobatan korban sampai sembuh, sekaligus saya perintahkan Kapolsek Nurussalam agar selalu memantau kondisi kesehatan korban," ucap dia.


Pada Minggu (24/5), Polda Aceh angkat bicara terkait viralnya video penganiayaan dua personelnya terhadap korban. Dikatakan, kedua oknum dalam video itu telah diperiksa Propam.

"Permasalahan tersebut sudah ditangani Polda Aceh dan Polda Aceh akan bekerja secara profesional untuk memeriksa kedua oknum anggota Polri dan menuntaskan dugaan penganiayaan itu dengan mengedepankan prosedur hukum yang berkeadilan dan asas praduga tak bersalah," jelas Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono dalam keterangan tertulisnya.

Video pengeroyokan itu diunggah akun Twitter @sinyaktafar. Video tersebut ditonton 157.400 pengguna Twitter.

Video berdurasi 20 detik itu di-retweet 5.400 pengguna Twitter.

"Penganiayaan orang gila oleh anggota Polsek Nurussalam, Tes Aceh Timur, mhn @DivHumas_Polri @HumasPoldaAceh dua oknum ini di tindak tegas, apapun masalahnya dgn org gila, tdk pantas di perlakukan seperti ini," cuit @sinyaktafar, sebagaimana dilihat detikcom pada Minggu lalu.

(aud/aud)