Pemerintah Terbitkan Syarat Pengecualian Pembatasan Baru, Ini Bedanya

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 20:07 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memperbarui syarat pengecualian pembatasan perjalanan dalam rangka penanganan virus Corona (COVID-19). Kini ada masa berlaku hasil tes Corona, dan warga dapat menggunakan surat bebas influenza bagi daerah tanpa fasilitas PCR maupun rapid test.

Perubahan itu disahkan dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 5 Tahun 2020. SE itu menggantikan SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID). SE tersebut ditandatangani oleh Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo pada Senin (25/5).

Dilihat detikcom, Selasa (26/5/2020), dalam SE tersebut, kriteria pengecualian tidak berubah, yaitu orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta, perjalanan pasien butuh pelayanan kesehatan darurat atau ada keluarga yang sakit atau meninggal, dan repatriasi pekerja migran Indonesia.

Perbedaan terdapat pada persyaratan pengecualian. Pada SE Nomor 4, hanya ditulis syarat pengecualian dengan hanya memberikan surat keterangan bebas Corona dari uji tes PCR maupun rapid test. Namun, pada SE Nomor 5, dituliskan ada jangka waktu berlakunya surat hasil tes tersebut.

"Menunjukkan surat keterangan uji tes reverse transcription-polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan hasil negatif berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid test dengan hasil nonreaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan," tulis SE Nomor 5 Tahun 2020.

Selain itu, ada tambahan persyaratan untuk perjalanan orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta dan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan karena keluarga inti sakit atau meninggal. Mereka bisa menggunakan bukti bebas influenza jika di daerah tersebut tidak ada fasilitas PCR atau rapid test.

"Surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test/rapid test," tulis SE tersebut.

Mahfud Md Sebut New Normal Masih Wacana:

(aik/aud)