Kejati Kalbar Selidiki Dugaan Korupsi Dana Bansos Corona di BPTD

Adi Saputro - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 17:25 WIB
Kejati Kalbar selidiki dugaan korupsi dana bantuan sembako Corona (Adi Saputro/detikcom)
Foto: Kejati Kalbar selidiki dugaan korupsi dana bantuan sembako Corona (Adi Saputro/detikcom)
Pontianak -

Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejari Kalbar) tengah menyelidiki dugaan korupsi dana bantuan COVID-19. Kejati Kalbar menduga ada penyimpangan penggunaan anggaran bantuan COVID-19.

"Hasil pemantauan di lapangan ada kecurigaan terjadi penyimpangan dalam penggunaan anggaran bantuan COVID-19 di mana anggaran sebesar Rp 177 juta yang ada tidak dibelanjakan seluruhnya. Hal ini berdasarkan pada pengamatan di lapangan bahwa hanya sekitar 8-9 paket sembako yang dibagikan kepada warga," ungkap Kajati Kalbar, Jaya Kesuma, dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (26/5/2020).

Kasus ini telah naik ke tingkat penyidikan. Namun belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihak Kajati Kalbar.

Dia menjelaskan setelah dilakukan pengumpulan data, diperoleh informasi bahwa CV atau perusahaan yang ditunjuk untuk melakukan pengadaan bantuan COVID-19 hanya dipinjam benderanya. Faktanya, perusahaan ini beralamat persis di sebelah rumah Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) wilayah XIV Kalbar.

"Penyidikan telah dilakukan sejak tanggal 22 Mei 2020, dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap CV atau perusahaan tersebut ternyata benar bahwa CV hanya dipinjam benderanya oleh pejabat pembuat komitmen dan atau Kepala Balai dengan imbalan fee sebesar Rp 7.958.700," beber Jaya.

Foto: Kejati Kalbar selidiki dugaan korupsi dana bantuan sembako Corona (Adi Saputro/detikcom)

Selanjutnya, sebut Jaya, dari anggaran sebesar Rp 177.760.000 dari Balai Perhubungan ditransfer setelah dipotong pajak berjumlah Rp 161.600.000 oleh KPPN sesuai prosedur ke rekening milik CV.

Selanjutnya
Halaman
1 2