Lahir di Tengah Pandemi, Bayi Jerapah di Bali Safari Diberi Nama Corona

Angga Riza - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 16:31 WIB
Corona, bayi jerapah yang lahir di tengah pandemi COVID-19 di Bali Safari. (Foto: Istimewa)
Corona, bayi jerapah yang lahir di tengah pandemi COVID-19 di Bali Safari. (Foto: Istimewa)
GianyaR -

Seekor bayi jerapah baru saja lahir di Taman Safari, Gianyar, Bali. Bayi jerapah yang lahir di tengah pandemi virus Corona itu diberi nama Corona.

"Setelah 2 jam Sophie mengalami kontraksi, lahirlah bayi jerapah dalam kondisi yang sehat, selang beberapa waktu tampak respons positif dari Sophie yang menjilati Corona. Ini merupakan pertanda bahwa ia menunjukkan perhatian baik terhadap bayinya," kata tim dokter hewan Taman Safari Indonesia (TSI) Group, drh Yohana Kusumaningtyas, Selasa (26/5/2020).

Bayi jerapah dari induk yang bernama Shopie itu lahir pada Kamis (9/4) lalu. Bayi jerapah itu terlahir dalam keadaan sehat.

"Proses kelahiran Corona berjalan dengan lancar, tim dokter memantau proses kelahirannya melalui kamera CCTV. Kami memberikan perawatan terbaik dan pakan berkualitas, seperti wortel, kacang panjang, dan daun kaliandra untuk indukan jerapah selama masa kehamilan hingga nanti menyusui, bayi jerapah masih menyusu sejak kelahiran hingga usia 4 bulan," ujar Yohana.

Yohana mengungkapkan nama Corona itu merupakan usulan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Hal itu lantaran bayi Jerapah itu lahir saat wabah COVID-19 menyerang.

"Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu siti Nurbaya Bakar, secara khusus memberikan nama kepada bayi jerapah lucu ini. 'Corona' menjadi pilihan nama dari Ibu Menteri untuk bayi jerapah betina ini karena kelahirannya bertepatan dengan pandemi COVID-19," paparnya.

Dengan lahirnya Corona, jumlah jerapah di Bali Safari saat ini menjadi 5 ekor. Dua di antaranya jantan dan 3 lainnya betina.

"Dengan adanya tambahan 1 ekor jerapah, maka total jumlah jerapah di Bali Safari menjadi 5 ekor, yang terdiri dari 2 jantan dan 3 betina. Keberhasilan pengembangbiakan jerapah tersebut juga menjadi bukti kesuksesan Bali Safari dalam program konservasi satwa-satwa liar dan terancam punah," jelas Yohana.

(mae/mae)