Curhat Murid ke Nadiem Selama Belajar di Rumah: Berutang Beli Paket Internet

Rahel Narda C - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 14:56 WIB
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Foto: Reyhan Diandri Ghivarianto)

Nadiem kemudian mengatakan pandemi COVID-19 semakin memperlihatkan adanya kesenjangan sosial ekonomi dan digital di Indonesia. Menurutnya, hal ini harus diselesaikan dengan kolaborasi antara semua pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat.

"Memang adanya krisis COVID-19 ini kesenjangan antara daerah dan kota-kota dan kesenjangan sosio ekonomi malah lebih terpisah lagi, kesenjangan itu menjadi besar dengan adanya digital gap seperti ini dan itu merupakan satu hal yang tidak hanya Kemendikbud tapi seluruh pemerintah dan masyarakat dan pihak swasta pun harus mampu menutup kesenjangan ini dengan cara proaktif," ujar Nadiem.

"Kita harus bahu membahu untuk menyadari bahwa tidak semua daerah sama. Begitu banyak keberagaman dan kearifan lokal begitu banyak perbedaan budaya dan perbedaan sosio ekonomi. Tidak ada bisa satu sistem yang sama. Kita harus mencintai keberagaman dalam pencapaian standar dan kurikulum," sambugnya

Sementara itu, murid pemenang lomba bernama Alfiatus juga mengatakan dirinya sempat kesulitan melakukan PJJ akibat tidak memiliki smartphone. Dia pun mengatakan mendapatkan pinjaman dari kakak sepupunya. Selain itu, ibunda Alfiatus pun harus mengutang demi membeli paket internet guna melaksanakan PJJ secara online.

"Saya sangat terhambat belajarnya karena harus cari HP android dan ibu saya harus cari hutangan untuk beli paket internetnya," kata Alfiatus.

Menanggapi hal itu, Nadiem pun menjelaskan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah dapat digunakan untuk membeli kuota internet bagi guru dan murid. Dia meminta Alfiatus agar mengingatkan guru-guru dan kepala sekolahnya terkait hal itu.

"Tolong ingetin gurunya sama kepala sekolahnya, sekarang dana bos sudah bisa dipakai untuk kuota internet buat murid sama guru ya," kata Nadiem.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengadakan menyelenggarakan lomba menulis surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Yuk, ikutan berbagi cerita inspiratif selama bulan Ramadhan di masa pandemi COVID-19.

"Kegiatan ini bukan sekedar lomba, tapi juga sebagai wujud penerapan penguatan pendidikan karakter terutama bagi para guru, dan siswa selama masa pandemi Covid-19," jelas Kepala Pusat Penguatan Pendidikan Karakter (Kepala Puspeka) Kemendikbud, Hendarman dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).

Halaman

(knv/knv)