Curhat Murid ke Nadiem Selama Belajar di Rumah: Berutang Beli Paket Internet

Rahel Narda C - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 14:56 WIB
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Foto: Reyhan Diandri Ghivarianto)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengumumkan pemenang lomba menulis surat yang ditujukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Dalam suratnya, para guru dan murid mengungkapkan kesaksian mereka selama belajar dari rumah.

Nadiem pun membacakan dua surat dari guru, yaitu Guru SMP Islam Baitul Indah Kabupaten Nganjuk, Santi Kusuma Dewi dan Guru SDK Kaenbaun Kabupaten Timor Tengah Utara Maria Yosephina Moruk. Kemudian Nadiem lanjut membacakan surat dari tiga murid, yaitu Rivaldi R Yampata murid SD kelas 4 Tanjung Redeb Kabupaten Berau, Atrice G.N murid SD YPPK Gembala Baik Abepura, Jayapura, Papua, dan Alfiatus Sholehah murid SDN Pademawu Barat 1, Pamekasan, Jawa Timur. Dia melakukan dialog secara virtual bersama para pemenang lomba tersebut.

Guru bernama Maria merupakan guru honorer di daerah pedalaman Timor Tengah Utara, ia mengungkapkan daerahnya masih kesulitan mendapat sinyal sehingga tidak bisa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online. Maria kemudian mengambil inisiatif mengunjungi rumah anak didiknya.

"Saya ini ngajar di pedalaman, di daerah itu memang jaringannya susah mas. Ada tugas-tugas yang online itu, anak-anak tuh selalu cari ke tempat-tempat ketinggian naik ke gunung cari jaringan gitu. Susah sekali. Terakhir saya akhirnya cari keputusan gimana saya bisa kunjungi anak di rumah. Jadi kalau saya ke sana sampai di sana anak-anak sudah sama dengan orangtua ke kebun. Tapi saya berusaha buatkan jadwal bagaimana supaya bisa bertemu anak-anak itu. Jadi saya siapkan waktu. Misalnya dalam hari pertama itu saya siapkan 5 anak saya kunjungi," kata Maria ke Nadiem seperti disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, Selasa (26/5/2020).

Maria juga mengatakan di daerahnya banyak anak-anak yang tidak memiliki akses smartphone karena kendala ekonomi. Tak hanya itu, ia juga menceritakan perjuangannya harus melewati hujan dan banjir saat harus mengunjungi rumah murid-muridnya. Dia pun meminta Nadiem agar dapat lebih memperhatikan sekolah tempatnya mengajar.

"Hanya karena masalahnya itu mereka tidak ada HP Android jadi susah kalau kita mau komunikasi lewat HP itu tidak bisa karena memang orang tua tidak mampu. Saya cukup merasa senang juga karena bisa bertemu mereka. Tapi di satu sisi juga kadang kalau hujan juga saya kesulitan di jalan. Kadang banjir juga tertahan karena harus menyebrang sungai juga untuk ketemu anak-anak. Saya tetap semangat kasih pembelajaran buat mereka," tutur Maria.

Tonton juga video Sekolah Diminta Berinovasi, Jangan Cekoki Murid Tugas Melulu:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2