Niat Puasa Syawal dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 18:23 WIB
asian muslim people praying before having their food in dining room together for break fasting
Foto: iStock/Niat Puasa Syawal dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya
Jakarta -

Ramadhan 2020 dan Idul Fitri 1441 H yang telah berlalu bukan berarti menutup ladang pahala umat Islam. Tiap muslim masih bisa mendapat ridho dan pahala melalui ibadah lain, salah satunya Puasa Syawal.

Ibadah sunnah dilakukan tepat setelah perayaan Idul Fitri selama enam hari selama bulan Syawal. Sama seperti ibadah yang lain, pelaksanaan Puasa Syawal diawali niat yang dibaca sebelum menunaikan puasa.

Dikutip dari situs IslamiCity dan kitab Nihayah Az-Zain Fi Irsyad Al-Mubtadi'in dari Syekh Nawawi Al-Bantani, berikut niat Puasa Syawal,

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."

Seperti dijelaskan dalam hadits, niat menentukan penilaian atas suatu perbuatan yang dilakukan tiap muslim. Ibadah yang dilakukan karena Allah SWT maka akan mendapat balasan yang setimpal.

نْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: " إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ"

Artinya: Diriwayatkan atas otoritas Amirul Mu'minin, Abu Hafs 'Umar bin Al-Khattab (RA) yang mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: tiap perbuatan dinilai dengan motif (niyyah/niat), sehingga tiap orang memperoleh yang diharapkan. Mereka yang hijrah karena Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepala Allah SWT dan Rasulnya. Namun mereka yang hijrah karena hal bersifat duniawi atau wanita yang bisa dijadikan istri, maka dia akan mendapat yang diharapkan." (HR Bukhari dan Muslim).

Para muslim tentunya tak perlu khawatir jika tidak hapal niat Puasa Syawal dalam bahasa Arab. Niat bisa diucapkan sesuai kemampuan tiap muslim dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah SWT.

Dikutip dari situs MyReligionIslam, para muslim juga tidak perlu khawatir jika lupa membaca niat di malam sebelum tidur. Keinginan puasa yang berlanjut sahur hingga menjalankan ibadah selepas adzan subuh dapat dianggap sebagai niat.

Yang patut diperhatikan adalah jangan mencampur niat Puasa Syawal dengan membayar utang puasa Ramadhan. Dikutip dari situs Sunnah Online, keduanya merupakan bentuk ibadah berbeda yang tidak bisa dijalankan bersamaan.

Utang puasa saat Ramadhan wajib dibayar tiap muslim sesuai jumlah hari saat sedang tidak berpuasa. Sedangkan Puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang tidak berdosa jika muslim tak menjalankannya. Karena itu, tiap muslim sebaiknya melakukan puasa Syawal dan bayar hutang terpisah dengan kewajiban yang dilaksanakan lebih dulu.

UAS: Puasa Syawal 6 Hari, Bisa Menjaga Nilai-nilai Ramadhan:

(row/erd)