Viral Sampah Berjejer di Jalan Raden Patah Ciledug, Begini Kondisinya Kini

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 17:02 WIB
Jalan Raden Patah Ciledug (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jalan Raden Patah, Ciledug (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Tangerang -

Video menunjukkan tumpukan sampah di sepanjang Jalan Raden Patah, Ciledug, Tangerang, viral di media sosial. Bagaimana kondisinya kini?

Pantauan detikcom di lokasi Senin (25/5/2020) pukul 14.30 WIB, sudah tidak ada lagi sampah yang menumpuk dan berjejer di tengah jalan. Namun ada beberapa kantong plastik berisi sampah yang masih terlihat.

Salah seorang warga bernama Rahmat Hidayat (40) mengatakan sampah yang berjejer tersebut sudah diangkut petugas kebersihan. Dia menuturkan sampah yang berjejer pagi tadi biasa dibuang orang saat melintasi jalan tersebut.

"Ada tadi pagi masih banyak di sana dekat masjid, tapi sudah diangkutin (oleh petugas). Nih, di tengah-tengah itu juga ada pada buangin. Gua bilang memang lu pada kagak takut ketabrak apa. Sampah pribadi ya sampah-sampah rumah tangga, nih misal kayak orang pulang kerja buang nih sampah di situ (tengah jalan)," kata Rahmat

Sampah-sampah itu, dikatakan Rahmat, bukan berasal dari warga sekitar. Sebab, warga di lokasi membuang sampah pada tempatnya dan dikenakan biaya setiap bulan sebesar Rp 30 ribu.

"Bukan, orang lewat (yang buang sampah). Orang sini mah udah pada punya tempat sendiri, bayar Rp 30 ribu satu bulan," katanya.

Rahmat mengungkapkan, sampah mulai berdatangan sekitar pukul 21.00 WIB. Dia menyebut pemandangan sampah menumpuk dan berjejer di tengah jalan terjadi setiap hari.

"Kalau mau lihat, nanti malam jam 9 sampai jam 6 (pagi) tuh tengah malam orang diam-diam buang sampah. Kalau di sini jam segini nggak berani orang buang sampah," ungkapnya

"Tiap hari, ini mah banyak sebelum ditarohin pot mah. Biasanya jam 6 (pagi) sudah diangkut sama petugas kebersihan," sambung Rahmat.

Rahmat menjelaskan pihak Kecamatan Ciledug sudah menaruh pot berisi tanaman di tengah jalan sejak 3 bulan lalu. Hal itu dilakukan agar tidak ada lagi orang yang nekat membuang sampah di sana.

"Ya, kalau ketahuan ya ditegur. Makanya dibikin pot-pot itu biar nggak pada buang sampah. Cuma manusianya yang begitu. Tadinya kan nggak ada pot dari pemda, dari kecamatan. Sejak 3-4 bulan lalu (diberi pot) karena ada sampah," tandasnya.

(gbr/gbr)