1.621 Personel TNI Ditarik dari Aceh
Selasa, 20 Des 2005 21:06 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 1.621 personel TNI non-organik dari beberapa kesatuan ditarik dari Aceh, Selasa (20/12/2005). Penarikan pasukan yang sudah memasuki tahap keempat ini, sejalan dengan proses decommissioning semua senjata milik GAM, sesuai dengan MoU Indonesia dan GAM. Penarikan pasukan ini melalui Pelabuhan Krueng Geukeuh, Aceh Utara dengan menggunakan KRI Teluk Saleh dan KRI Teluk Hading.Kesatuan-kesatuan yang ditarik yakni Yonif 641 sebanyak 433 personel, Yonif Marinir 4 dengan jumlah 654 personel, Paskhas 313 personel, Kompi Darma Parako 131 personel, Detasemen Pemukul 50 personel dan 34 personel dari Satuan Tugas Hukum. Upacara penarikan pasukan dihadiri oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen Supiadin AS, Ketua Aceh Monitoring Mission Pieter Feith, dan sejumlah Muspida Aceh Utara. Sesuai dengan MoU, relokasi TNI dan polisi non-organik dimulai pada 15 September 2005 lalu, dan akan dilaksanakan dalam empat tahap sejalan dengan penyerahan senjata GAM yang akan selesai pada 31 Desember mendatang. Jumlah tentara organik yang tetap berada di Aceh setelah relokasi adalah 14.700 orang. Jumlah kekuatan polisi organik yang tetap berada di Aceh setelah relokasi adalah 9.100 orang.
(ddn/)











































