Warga Salat Id Jemaah Saat Pandemi, Anggota Komisi IX Bicara Ketidaktegasan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 06:13 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR periode 2014-2019 Saleh Partaonan Daulay
Foto: Saleh Partaonan Daulay (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Fraksi PAN Komisi IX DPR RI menanggapi fenomena sejumlah warga di berbagai daerah yang masih menunaikan salat Idul Fitri di masjid meski sudah ada imbauan dari pemerintah terkait larangan salat Id di masjid. Komisi IX menilai ketidakpatuhan masyarakat ini imbas dari ketidaktegasan pemerintah.

"Saya melihat bahwa muaranya adalah ketidaktegasan pemerintah. Sebab, dalam seminggu terakhir bulan Ramadan ada banyak pasar yang dibuka. Masyarakat berbondong-bondong untuk belanja. Aturan PSBB sama sekali diabaikan," kata Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, saat dihubungi, Minggu (24/5/2020).

Saleh menyebut pemerintah cenderung membatasi urusan ibadah masyarakat tapi membiarkan aturan PSBB dilonggarkan di pasar-pasar. Maka menuruntya wajar jika warga membuat keputusan sendiri.

"Keadaan itulah yang dinilai menjadi pemicu. Ada ketidakkonsistenan pemerintah. Pemerintah berupaya melarang dan menegakkan kedisiplinan PSBB bagi warga dalam urusan ibadah. Sementara, di pasar-pasar aturan itu dilonggarkan. Wajar jika masyarakat buat keputusan sendiri," paparnya.

Selain itu, Saleh menyebut banyak keluhan warga yang menyebut justru lebih mudah mengatur PSBB di masjid sementara pemerintah justru melonggarkan pasar. Karena itulah, imbauan pemerintah pun akhirnya tidak didengarkan masyarakat.

"Imbasnya, warga menuntut agar dilonggarkan semua. Termasuk di rumah-rumah ibadah. Ini masalah wibawa, kalau masyarakat sudah tidak patuh, wibawa pemerintah berarti lemah. Tidak bisa mengikat warga dengan aturan dan himbauan," ujar Saleh.

Selanjutnya
Halaman
1 2