Kabar Gembira! 7 Santri Klaster Temboro di Luwu Utara Sembuh dari Corona

Muhammad Riyas - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 18:56 WIB
Poster
Foto ilustrasi pasien sembuh dari Corona. (Edi Wahyono/detikcom)
Luwu Utara -

Kabar gembira di Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Sebanyak 7 orang dari klaster Pesantren Temboro, Jawa Timur, di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dinyatakan sembuh dari virus Corona (COVID-19).

"Alhamdulillah, kasus positif COVID-19 di Luwu Utara (Lutra) yang dinyatakan sembuh semakin meningkat setelah sebelumnya Sabtu, 23 Mei 2020, kemarin, diumumkan 6 santri dinyatakan sembuh, sehingga total sembuh sampai hari ini adalah 22 orang dari 40 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. (Sebanyak) 22 dari klaster Temboro, satu dari klaster Palopo," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Luwu Utara, Komang Krisna, Minggu (24/5/2020).

Komang menyebutkan 22 orang yang sembuh ini telah dijemput oleh Tim Penanganan COVID-19 Pemda Lutra (PSC) dan juga PMI. Kendati demikian, ke-22 orang ini masih diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 7 hari.

"Tersisa lima santri yang masih dalam proses penyembuhan, dari total 26 santri," jelasnya.

Dengan adanya peningkatan jumlah kesembuhan sekitar 40%, hal ini menandakan telah terjadi peningkatan pelayanan di rumah sakit. Ini menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan layanan di rumah sakit serta hari rawat yang semakin pendek.

"Tak bisa dipungkiri juga bahwa meningkatnya angka kesembuhan juga linier dengan bertambahnya kasus positif COVID-19," tutur Komang.

Soal kasus positif Corona di Luwu Utara yang terus bertambah, menurut dia, itu disebabkan sudah lebih banyak pemeriksaan spesimen di laboratorium. Ini juga, kata Komang, lantaran masifnya Tim Gerak Cepat yang bekerja siang-malam melakukan contact tracing dengan kasus positif.

"Hal ini diperparah lagi oleh banyaknya orang yang tidak mau ambil pusing terhadap COVID-19 ini," imbuh dia.

Padahal, menurut Komang, penularan pada kelompok yang sehat sebagai healthy carrier sekitar 35-70%.

"Inilah tantangan kita semua untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman dan sikap positif untuk mengambil tanggung jawab sosial guna memutuskan mata rantai penularan COVID-19," ujar Komang.

(elz/elz)