Akbar: Pernyataan Kalla Tak Perhatikan Nasib Partai
Selasa, 20 Des 2005 18:21 WIB
Jakarta - Pernyataan Wapres yang juga Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dianggap kontroversi dan menimbulkan dampak negatif pada partai yang dipimpinnya. Padahal, kepopuleran partai politik sangat erat kaitannya dengan isu-isu dan respons atas berbagai isu.Demikian disampaikan oleh mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung kepada wartawan di kantor Akbar Tandjung Institute, di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (20/12/2005)."Respons Jusuf Kalla dalam menanggapi isu-isu soal PNS, guru, dan pesantren dapat menimbulkan reaksi yang tidak kondusif terhadap partai. Selama ini JK selalu menanggapi isu secara langsung dan tepat tanpa memperhitungkan partai," kata Akbar.Semestinya, kata Akbar, dalam melontarkan dan menanggapi isu-isu, Jusuf Kalla harus lebih hati-hati dan jangan sampai merugikan partai.Terkait pertemuan sejumlah tokoh nasional seperti Gus Dur, Megawati, Tri Sutrisno, dan Wiranto hanya merespons isu-isu yang ada saja.Tapi Akbar menilai pertemuan tersebut positif karena berada dalam kekuatan yang kritis tanpa perlu mengatakan sebagai opisisi."Artinya apabila pemerintah melakukan hal yang positif, kita juga harus mengomentari dan mendukung. Contohnya pemerintah SBY yang sekarang sangat gencar mengedepankan good governance," terangnya.Meski demikian, masih banyak hal yang belum dibenahi oleh pemerintah SBY-JK, seperti masalah pengangguran. Sebab berdasarkan data, tingkat pengangguran mencapai 12-12,6 persen.
(san/)











































