Solossa Wafat Lantaran Sesak Nafas Atau Keracunan?
Selasa, 20 Des 2005 16:46 WIB
Jakarta - Otopsi tidak dilakukan atas jenazah Gubernur Papua Jacobus Perviddya Solossa (57). Penyebab wafatnya jadi tanda tanya besar. Benarkah dari mulutnya keluar busa?Solossa menghembuskan nafas terakhir di RSUD Dok II Jayapura pukul 21.40 WIT pada Senin 19 Desember.Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi atas jasad Solossa, meski pihak Polresta Jayapura berupaya melakukannya.Spekulasi penyebab meninggalnya Solossa pun bak bola liar. Apalagi Solossa tidak memiliki riwayat penyakit.Seperti dilansir kompas.co.id, kerabat Solossa sempat shock. Mereka menilai Solossa sebelumnya dalam kondisi sehat-sehat saja, tetapi secara mendadak meninggal dunia. Menurut mereka, Solossa rajin berolahraga mulai dari golf, tenis lapangan, bulutangkis dan lari pagi.Mereka pun melampiaskan emosi dengan memecahkan sejumlah pot bunga dan sebuah lemari di depan kantor sekaligus rumah dinas Solossa di Gedung Negara, Jl. Trikora Dok V Atas, Jayapura.Para pendukung Solossa, seperti dilansir www.tempointeraktif.com, menyatakan curiga Solossa dibunuh. Alasannya, calon kuat Pilkada Papua ini tidak memiliki riwayat penyakit akut."Kami curiga karena selama lima tahun memimpin, Pak Solossa tidak memiliki riwayat penyakit jantung," kata Alfred, salah satu aktivis dari wilayah Kepala Burung, basis pendukung Solossa.Pilkada Papua bakal digelar dalam waktu dekat, yakni Januari 2006 mendatang. Solossa berpasangan dengan Paskalis Kossay diusung Partai Golkar.Rivalnya ada 4 pasangan, yakni mantan Wagub Papua Constan Karma-Donatus dicalonkan partai gabungan, Barnabas Suebu-Aleks Hesegem, Lukas Enembe-Airobi Ahmad Aituarauw, dan Dirk Henk Wabiser-SP Inaury.Keluar Busa?Tanda tanya penyebab meninggalnya Solossa kian membesar lantaran tidak ada penjelasan resmi. Kronologi yang mengemuka pun berbeda-beda.Ada dua versi seperti diberitakan koran Warta Kota terbitan Selasa (20/12/2005).Pertama, Solossa tiba-tiba merasakan sakit di bagian perut dan langsung pingsan tidak sadarkan diri di acara reuni SMA-nya, yakni acara peringatan HUT ke-25 dan Reuni SMA Negeri II Jayapura di Gedung Olahraga Cenderawasih, Jayapura.Solossa kemudian dilarikan ke RS dan ditangani seorang dokter jaga bernama dr Teopius. Dia mengatakan Solossa sejak tiba di rumah sakit sudah tidak sadarkan diri."Nadi dan tensi beliau sudah tidak terdeteksi sejak pertama kali datang sekitar pukul 20.55 WIT. Selain itu, dari mulut beliau keluar busa," katanya."Kami segera larikan beliau ke ruang UGD dan ditangani dengan cepat. Namun berbagai upaya yang kami lakukan gagal dan beliau meninggal," tutur dr Teopius.Versi kedua, Solossa menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit akibat sesak nafas.Kebanyakan media massa menampilkan versi kedua. Namun disertai kronologi Solossa sempat mencicipi hidangan di acara reuni.Koran Kompas terbitan hari ini menuturkan Solossa usai acara reuni hendak menuju Gedung Sasana Karya untuk menghadiri acara peringatan Hari Trikora."Namun, dalam perjalanan, sekitar 500 meter dari Gedung Olahraga, almarhum memerintahkan sopir pribadinya, Ngadin, menuju Rumah Sakit Dok II Jayapura, yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi saat itu," kata Asisten III Sekda Papua Abdul Kadir Djabar.Solossa masuk ruang ICU, namun kemudian menghembuskan nafas terakhir dengan disaksikan istrinya, Ny Emma Solossa, adik kandungnya, para ajudan, dan sopir.Pihak rumah sakit mengatakan, Solossa diduga wafat akibat serangan jantung. Solossa meninggal dunia beberapa saat setelah mencicipi makanan di peringatan HUT SMAN II.Otopsi dan penjelasan resmi pihak terkait tampaknya menjadi hal penting dalam mengungkap penyebab meninggalnya Solossa, agar tidak ada lagi dugaan dan kecurigaan.
(sss/)











































