Usai Salat Idul Fitri, Jangan Lupa Amalan-amalan Ini Ya!

Puti Yasmin - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 08:09 WIB
Ornament background for ramadan kareem or Eid al Adha festival. Eid-al-Fitr or Hari Raya, iftar greeting card with crescent and lantern, stars and candle. Eid Mubarak text translated Blessed Feast
Foto: iStock/Usai Salat Idul Fitri, Jangan Lupa Amalan-amalan Ini Ya!
Jakarta -

Setelah 30 hari menjalankan ibadah puasa, umat Muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Fitri. Ibadah utama dalam menjalankan Idul Fitri adalah salat Id seperti yang Allah SWT perintahkan dalam Quran surat Al-Kausar.

Arab: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Latin: fa ṣalli lirabbika wan-ḥar

Artinya: Maka laksanakan lah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).

Cara merayakannya pun tak hanya berhenti sampai ibadah salat Id tetapi ada amalan-amalan setelahnya. Apa saja?

Berikut amalan setelah salat Idul Fitri dikutip dari Kitab Minhajul Muslim:

1. Ucapkan Selamat

Diriwayatkan dari para sahabat Nabi Muhammad SAW, bila mereka bertemu dengan yang lain (pada saat hari raya) mereka akan mengucapkan selamat 'Taqaballahu wa minna wa minkum'.

Adapun arti dari kata taqaballahu wa minna wa minkum adalah 'Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian'.

2. Bersenang-senang Sewajarnya

Idul Fitri merupakan hari raya umat Islam, sudah sewajarnya perayaan harus dilakukan dengan bersenang-senang. Hanya saja diingatkan untuk tidak berlebihan atau cukup sewajarnya.

Dalam hadist riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW juga ikut merayakan hari raya Idul Fitri.

"Seperti diceritakan Aisyah: Abu Bakar masuk setelah aku dan ada dua gadis Ansar bersamaku sedang bernyanyi tentang Hari Bu'ath. Aisyah berkata, "Mereka bukan penyanyi." Abu Bakar kemudian berkata, "Ada alat setan di rumah Rasulullah SAW?" Saat itu adalah Idul Fitri dan Rasulullah SAW berkata, "Ya Abu Bakar, tiap orang punya festival dan ini adalah perayaan kita."

Selain dua amalan di atas, ada juga amalan lain yang disunahkan Rasulullah SAW. Hanya saja, amalan itu tidak bisa dilakukan pada Idul Fitri tahun ini mengingat pandemi virus corona.

3. Salat di Lapangan

Sunnah tempat pelaksanaan salat Idul Fitri Nabi Muhammad SAW dilakukan di lapangan. Dikatakan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar beberapa waktu lalu bahwa awalnya salat id dilakukan di masjid tetapi semakin berjalannya waktu dipindahkan ke lapangan.

Hal itu karena umat Islam yang mengikuti salat Id semakin bertambah banyak. Sedangkan, masjid Nabawi kala itu belum bisa menampung banyak orang sehingga lokasi salat dipindahkan.

"Ketika makin hari makin banyak orang di Madinah itu, ketika masjid Nabi kan tidak pernah berkembang yang kita tau dengan nama Raudah akhirnya nggak muat, lalu Rasulullah mengumumkan begini, karena animo masyarakat melakukan ibadah sunnah bukan wajib tapi ini kan ini tidak muat jadi besok kita akan salat bukan di masjid tapi lapangan," papar dia, Senin (18/5/2020).

Hanya saja, mengingat pandemi virus corona Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengimbau agar salat Idul Fitri dilakukan di rumah dan bukan di lapangan maupun masjid.

"Pemerintah meminta supaya masyarakat dalam merayakan (salat) Idul Fitri dilakukan di rumah, tidak di masjid ataupun di lapangan terbuka karena situasi keadaan negara menghadapi bahaya COVID-19," terang dia dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020)

4. Pergi-Pulang dengan Rute yang berbeda

Amalan terakhir usai salat Idul Fitri adalah pulang rute berangkat yang berbeda. Kebiasaan Nabi Muhammad setelah salat ini diriwayatkan dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim yang diceritakan Jabir.

"Seperti diceritakan Jabir (Semoga Allah SWT berkenan atasnya), 'Saat salat Idul Fitri dan Idul Adha, Rasulullah SAW akan berangkat dengan rute yang berbeda dengan saat pulang."

(pay/erd)