Round-Up

Dianggap Tak Rentan, PDP Corona Anak-anak Tembus Ribuan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 07:16 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menepis anggapan kalau anak-anak dianggap tak rentan terhadap virus Corona. Dari data yang diperoleh IDAI, justru anak berstatus PDP Corona jumlahnya tembus ribuan.

Ketua Umum IDAI, Aman B Pulungan menerangkan, berdasarkan data hingga 18 Mei 2020, terdapat anak-anak berstatus PDP sebanyak 3.324. 129 di antaranya yang berstatus PDP itu meninggal dunia.

Lalu disebutkan pula ada 584 anak yang terkonfirmasi positif Corona, dan 14 di antaranya meninggal dunia. Dari data itu, Aman menekankan tidak benar jika anak tidak rentan terkena Corona.

"Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat COVID-19 di Indonesia tinggi dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap COVID-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja," kata Aman, dalam keterangan resminya di website IDAI, Sabtu (23/5/2020).

IDAI menilai perlu mendesak pemerintah dan stakeholder terkait mengambil keputusan dan melakukan tindakan berdasarkan kepentingan kesehatan dan kesejahteraan anak.

IDAI juga menganjurkan kepada pemerintah untuk menyusun tatanan kehidupan normal baru sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan wabah COVID-19 di Indonesia. Protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat.

Kemudian, IDAI meminta konsep normal baru itu disusun sesuai dengan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak, bukan sebaliknya. Sebab, tumbuh kembang optimal anak akan menentukan kualitas generasi bangsa Indonesia di masa depan.

Lalu pemenuhan kebutuhan dasar tumbuh kembang dan kesehatan anak juga harus tetap berjalan sesuai dengan jadwal. Pelayanan kesehatan dasar, seperti asuhan neonatal esensial, imunisasi, pemenuhan nutrisi lengkap seimbang, suplementasi sesuai kebutuhan, stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang, serta berbagai program terkait kesehatan anak yang sempat terganggu pada awal masa pandemi COVID-19 harus kembali berjalan optimal.

IDAI menganjurkan agar pelayanan imunisasi tetap diberikan dengan pengaturan tertentu. Tidak lagi disarankan untuk menunda imunisasi, terutama bagi bayi dan anak yang masih sangat muda. Anak yang imunisasinya sempat tertunda sebaiknya direncanakan imunisasi kejar.

"Pemantauan pertumbuhan perkembangan tetap dilakukan sesuai jadwal SDIDTK (stimulasi, deteksi, intervensi dini tumbuh kembang) yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan," jelas Aman.

Simak juga video Bayi 4 Bulan di Parepare Positif Corona: