Uji Coba Busway Amburadul
Selasa, 20 Des 2005 16:32 WIB
Jakarta - Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, uji coba busway koridor II-III tidak berjalan lancar, Selasa (20/12/2005). Trial ini bahkan bisa dibilang amburadul.Misalnya saja jadwal keberangkatan uji coba yang molor satu jam lebih karena Gubernur Sutiyoso mengikuti rapat Muspida Pemprov DKI Jakarta mengenai pengamanan Natal dan Tahun Baru. Seharusnya, uji coba dimulai pukul 14.00 WIB, tapi molor hingga 15.15 WIB.Setelah rapat, rombongan Sutiyoso naik bus Transjakarta yang berbahan BBG di halte Balaikota (depan Lemhannas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Bus itu dicat biru.Karena di bus itu ada Gubernur, para wartawan yang jumlahnya cukup banyak juga tumplek di bus itu. Demikian juga pejabat teras Pemprov DKI. Akibatnya, bus itu sangat penuh. Bahkan kelebihan beban. Dan karena overload itulah bus itu tidak bisa berlari kencang. Normalnya 60 km/jam, bus itu hanya bisa 10 km/jam. Jalannya bak keong, lelet.Akhirnya, panitia uji coba busway mengambil inisiatif. Semua penumpang bus itu disuruh turun tak jauh dari Balaikota, Jakarta Pusat. Malang benar, mereka turun tidak di halte busway, tapi di tengah jalan. Padahal pintu Transjakarta sangatlah tinggi dari permukaan tanah, sekitar satu setengah meter.Jadi bisa dibayangkan bagaimana sulitnya turun dari bus mahal itu. Untung saja tidak ada yang pakai rok atau berhak sepatu tinggi. Gubernur Sutiyoso juga harus loncat-loncat dari ketinggian. Syukurlah tidak ada yang celaka.Rombongan ini lalu dipindahkan ke bus satunya yang berbahan bakar solar yang biasa digunakan Transjakarta koridor I, Blok M-Kota. Bus itu bercat oranye. Namun tidak semuanya ikut bus ini. Banyak reporter dan kameraman televisi yang akhirnya masuk kembali ke mobil dinasnya masing-masing. Hal ini membuat bus pengganti lebih leluasa.Namun kemalangan tidak berhenti di situ. Saat tiba di Tugu Tani, kemacetan sungguhlah terasa. Bus tidak lewat busway yang disediakan karena pengerjaannya belum kelar. Bus besar itu bercampur dengan kendaraan lainnya. Agar laju bus istimewa ini lancar, akhirnya petugas menyetopi pengguna jalan saat traffic light menunjukkan warna merah. Namun kebijakan ini tidak banyak menolong. Bus tetap susah bergerak, karena terantuk padatnya lalu lintas di depannya. Kemacetan ini sangat panjang sehingga wajah para pengguna jalan non-busway tampak kesal.Setelah lewat dari kawasan Kwitang, Transjakarta mulai masuk busway yang disediakan. Bus bisa dipacu optimal. Perjalanan lebih nyaman. Namun para pengguna jalan non-busway tetap saja tercegat kemacetan. Bus lalu melewati Senen, Cempaka Putih, Pulomas, dan berakhir di Terminal Pulogadung.
(nrl/)











































