Hari Terakhir Ramadhan, KBRI Buenos Aires Silaturahmi Virtual dengan WNI

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 00:47 WIB
Screnshot Pertemuan KBRI Buenos Aires dengan WNI (dok KBRI Buenos Aires)
Foto: Screnshot Pertemuan KBRI Buenos Aires dengan WNI (dok KBRI Buenos Aires)
Jakarta -

KBRI Buenos Aires menggelar pertemuan virtual dengan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Pertemuan virtual ini menjadi sesi silaturahmi di akhir Ramadhan.

"Kegiatan pelindungan WNI tidak hanya sebatas memfasilitasi kepulangan WNI yang terjebak saat lockdown atau memberikan bantuan, sebagaimana yang telah dilakukan KBRI Buenos Aires sebelumnya. Pelindungan WNI juga termasuk mengadakan pertemuan virtual, agar masyarakat Indonesia dapat saling berkomunikasi satu sama lain dan mendapatkan manfaat atas permasalahan yang dihadapi di saat pandemi," ujar Duta Besar RI di Buenos, Aires Niniek Kun Naryatie dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (23/5/2020).

Pertemuan virtual ini bukan sekedar pertemuan biasa, karena dalam pertemuan ini, KBRI Buenos Aires mengadakan beberapa sesi pengetahuan tentang kesehatan dan Ramadhan. Sesi ini diadakan secara bertahap, pertama sesi lentera Ramadhan yang membahas hikmah bulan suci, lalu sesi psikologi membahas agar psikologi WNI tidak merasa down di tengah lockdown karena Corona, dan juga ada sesi kesehatan yang isinya memberikan tips ke WNI tentang tips sehat di tengah musim dingin selama Corona.

Dalam sesi Lentera Ramadan, KBRI Buenos Aires, bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Buenos Aires, mengundang Ustazah Hari Rahmah dari Istanbul, Turki dan Dr Nur Rofiah. Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang yang tinggal di negara akreditasi, mulai dari Buenos Aires, Misiones di ujung utara Argentina, hingga AsunciĆ³n di Paraguay. Sejumlah peserta dari negara tetangga seperti Peru dan Ekuador juga turut meramaikan pertemuan virtual tersebut.

Salah satu WNI bernama Setiawati Laukon, menyambut baik adanya sesi pertemuan virtual di akhir Ramadhan ini. Dia mengaku mendapat pembelajaran berharga dari setiap sesi yang diberikan KBRI.

"Saya mendapat banyak masukan bagaimana menjaga anak tetap positif dalam menyikapi perubahan metode belajar dari tatap muka menjadi virtual. Kuncinya adalah memberi kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya, sehingga orang tua dapat memberi semangat kepada anak dengan lebih mudah," ujar Setiawati.

(zap/rfs)